Mahasiswa Buat Tepung dari Batang Buah Naga

SURABAYA — Mahasiswa Bioteknologi Pangan Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) Chriselda Catya Sudono membuat tepung dari limbah batang buah naga dan menjadikanya berbagai olahan makanan seperti kue, puding dan susu.

“Selama ini pemanfaatan batang buah naga masih sangat minim, sebatas dimanfaatkan untuk pakan ternak sedangkan jumlah limbah batang buah naga tergolong melimpah,” kata Chriselda saat ditemui di kampus Ubaya, Rabu (24/5).

Selain itu, kata dia batang buah naga memiliki kandungan vitamin C, antioksidan, antimikroba dan serat yang tinggi. Namun tingginya kandungan air dari batang buah naga, membuat umur simpannya sangat pendek.

“Batang buah naga harus dipotong untuk bisa berbuah lagi. Dalam perkebunan buah naga, limbah batang buah naga bisa berton-ton, dan jarang sekali dimanfaatkan padahal batang buah naga juga memiliki banyak kandungan baik yang tidak kalah dengan buahnya,” ujar mahasiswi asal Madiun ini.

Dia menjelaskan cara mengolah batang buah naga menjadi tepung cukup mudah. Pertama, batang buah naga disayat tipis-tipis dan dikeringkan dalam oven selama satu hari dengan suhu 60 derajat celcius.

Ini dilakukan untuk membuang semua kandungan air yang ada dalam batang buah naga. Batang buah naga yang sudah kering kemudian diblender hingga halus menjadi tepung. Setelah diblender, tepung diayak untuk memisahkan tepung dari kotoran dan bagian yang kasar.

“Saya memanfaatkan seluruh bagian dari batang buah naga termasuk kulitnya untuk diolah menjadi tepung yang diharapkan dapat memiliki umur simpan lebih lama,” kata mahasiswa semester VIII ini.

Dia mengungkapkan mendapat pasokan batang buah naga yang diambil dari sebuah perkebunan di daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dari empat kilogram batang buah naga bisa menjadi 400 gram tepung. Tepung batang buah naga ini bisa digunakan sebagai campuran pembuatan produk makanan jadi seperti kue, agar-agar, mie, yoghurt dan lain-lain.

Untuk membuat “cookies”, tepung batang buah naga bisa mensubstitusi tepung terigu hingga 25 persen dan memberikan rasa yang khas pada produk.

Dosen pembimbing Ardhia Deasy Rosita Dewi mengatakan inovasi pangan ini sangat bagus karena menampilkan nilai fungsional dari limbah batang buah naga.

“Saya harap tepung batang naga ini dapat diproduksi dalam skala besar sehingga mengurangi permasalahan limbah khususnya batang buah naga dan diharapkan, penelitian ini bisa mendorong atau menginspirasi pemanfaatan limbah pertanian di Indonesia menjadi produk baru yang lebih memilki nilai baik dari segi nutrisi maupun ekonomi,” kata Deasy.

Sumber Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...