Lewat Kemitraan, Bayer Dukung Pemerintah turunkan Kesenjangan Sosial

PARA petani padi di Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai masalah, mulai dari upah tenaga yang semakin tinggi, curah hujan yang tidak menentu, gulma dan hama penyakit, hingga jumlah tenaga kerja yang semakin sedikit. Cara menanam padi pun terus disiasati agar tantangan tersebut terutama kesenjangan sosial dapat berkurang dan dapat diatasi.

Untuk mengatasi berbagai masalah di atas, saat ini Bayer divisi Crop Science terus mengembangkan solusi budidaya padi yang terintegrasi, yang diberi nama Bayer Padi Plus. Konsep Bayer Padi Plus menawarkan cara tanam mulai dari persiapan benih, hingga perawatan tanaman dari gulma dan hama penyakit.

“Bayer Divisi Crop Science memperkenalkan konsep Bayer Padi Plus untuk pertanian padi yang dapat menjadi salah satu cara untuk dapat meningkatkan potensi hasil panen, mengatasi kekurangan air, mengurangi ongkos produksi dan memberikan perlindungan tanaman serta ramah lingkungan,” ujar Team Lead Customer Marketing & Grower Marketing Manager Rice Bayer Divisi Crop Science Jarot Warseno seperti dilansir keterangan resmi, Rabu (17/5).

Dengan sistem Bayer Padi Plus, lanjut dia, para petani padi di daerah Jawa Barat berhasil meningkatkan hasil produksi sebesar 1-3 ton/ha, selain itu dapat menghemat pengeluaran petani sebesar Rp700 ribu-Rp1,5 juta. Hal itu didukung penggunaan sistem Bayer Padi Plus hanya membutuhkan benih sekitar 20-25kg/ha, lebih efisisen jika dibandingkan dengan sebelumnya saat petani membutuhkan benih hingga 40-60kg/ha.

Dalam hal pengendalian hama penyakit (PHT), sistem Bayer Padi Plus sangat sesuai dengan program PHT karena memungkinkan menanam serempak, dan penanaman dengan sistem Bayer Padi Plus sangat terkenal lebih tahan terhadap hama sundep dibandingkan dengan padi yang ditanam dengan sistem tanam pindah.

“Salah satu tantangan terbesar pertanian di Indonesia lainnya adalah adanya kepastian pasar. Karena itu, kami mengembangkan sistem pola kemitraan yang tidak hanya menguntungkan para petani berskala besar namun juga membantu para petani kecil dalam meningkatkan taraf hidupnya juga komunitas dimana mereka tinggal,” kata Head of Communications and Public Affairs Bayer Indonesia Laksmi Prasvita.

Menurutnya, pola ini telah dilakukan sejak 2013 di beberapa tempat di Indonesia dan Kemitraan Bayer Divisi Crop Science bersama petani dan mitra tersebut telah berhasil meningkatkan hasil panen hingga 17% dan meningkatkan pendapatan petani hingga 30%. Terhitung sejak dimulainya program ini, kata dia, pendapatan petani binaan telah meningkat minimum hingga 20% per hektare.

“Guna memberikan kepastian pasar yang menguntungkan, Bayer Divisi Crop Science menggandeng perusahaan makanan dan mitra terkait untuk membeli hasil panen dengan harga yang menguntungkan. Bayer Divisi Crop Science memastikan bahwa kemitraan lintas sektor ini akan terus direplikasi hingga menjangkau lebih banyak lagi petani dan area,” tutupnya. (OL-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...