“Lawi-lawi”, Harapan Baru Ekspor Rumput Laut Indonesia

JAKARTA, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai melirik lawi-lawi untuk dijadikan salah satu senjata utama produk ekspor Indonesia. Lawi-lawi adalah varian baru rumput laut jenis Caulerpa atau biasa disebut anggur laut.

“Pengembangan lawi-lawi yang berhasil menembus pasar ekspor menjadi harapan baru bagi Indonesia untuk terus mengeksplorasi sumberdaya rumput laut nasional,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

KKP menilai rumput laut memiliki nilai strategis dalam menopang perekonomian nasional. Bahkan, budidaya rumput laut sudah menjadi usaha hingga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat.

Pembudidaya rumput laut, Ratte Daeng Bella (46) mengatakan, usaha budidaya lawi-lawi memberikan dampak bagi peningkatan pendapatannya.

Dengan lahan tambak seluas 3.200 meter persegi (m2) dan harga jual basah lawi-lawi Rp 150.000 – Rp 250.000 per karung, penghasilan Rp 15 juta per bulan bisa ia kantongi.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau ( BPBAP) Takalar Nono Hartono mengungkapkan, lawi-lawi di daerahnya diminati oleh berbagai negara.

Bahkan, lawi-lawi sudah diekspor ke Jepang sebanyak 500 kg per bulan. Selain itu ia juga memastikan, permintaan akan terus meningkat.

Mengingat China, Korea dan Filipina juga menyatakan tertarik dengan produk rumput laut tersebut. Produksi rumput laut nasional dalam kurun waktu 2011-2015 terus menunjukkan tren kenaikan rata-rata mencapai 22,2 persen.

Tahun 2015 volume produksi rumput laut mencapai kurang lebih 11,2 juta ton dengan nilai produksi mencapai 13,2 trilliun rupiah.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...