KLHK Bentuk Tim Jaga Badak Jawa

MENYONGSONG Hari Badak Sedunia pada 22 September, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar puncak peringatan di Taman Nasional (TN) Ujung Kulon, Provinsi Banten. Lokasi ini dipilih karena merupakan salah satu lokasi warisan dunia yang memiliki satu-satunya jenis badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di dunia. Tema peringatan tahun ini adalah Di Ujung Cula Badak Jawa.

Kepala Balai TN Ujung Kulon, Mamat Rahmat mengatakan, dalam rangka menjaga kelestari­an satwa badak jawa, Balai TN Ujung Kulon membentuk tiga tim khusus, yaitu Rhino Monitoring Unit (RMU), Rhino Protection Unit (RPU), dan Resource Based Management (RBM).

“Ketiga tim ini memiliki fokus-fokus khusus. RMU fokus kepada monitoring populasi dan kondisi badak, RPU fokus kepada upaya perlindungan dan pengamanan badak dari gangguan, serta RBM menjalankan pengamanan berbasis wilayah dan lintas wilayah,” jelasnya.

Mamat menambahkan, sejak 1967 hingga 2008, metode monitoring populasi badak jawa sangat sederhana, yaitu dengan jejak kaki badak dan temuan lainnya seperti kotoran, urine, bekas tumbuhan yang dimakan, dan bekas gesekan pada batang pohon.

“Saat ini, monitoring sudah dapat dilakukan dengan teknik video trap, sejak 2011 dan 2012, sebanyak 40 kamera video otomatis dengan sensor gerak, telah dipasang pada lokasi-lokasi yang sering dikunjungi badak jawa,” lanjutnya. Hingga 2017, monitoring telah menggunakan kurang lebih 100 kamera video trap.

Badak jawa merupakan spesies paling langka di antara lima spesies badak yang ada di dunia, lainnya yaitu badak putih, badak hitam, badak sumatra, dan badak india. Dari lima jenis tersebut, hanya dua badak yang memiliki cula satu yaitu badak india dan badak jawa, lainnya memiliki dua cula.

Keberadaan cula ini menjadi keunikan sekaligus ancaman bagi kelestarian badak.

Sejak lama cula telah menjadi incaran para pemburu karena dipercaya memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang mujarab, serta sebagai dekorasi yang bernilai sangat tinggi.

Langkanya keberadaan badak jawa mengakibatkan satwa ini dikategorikan sebagai critically endangered dalam daftar Red List Data Book, oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). (Pro/H-1)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...