Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. Suharno Prawiro
Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. Suharno Prawiro - jitunews.com

Ketum Republik: Demo 411 Banyak Energi yang Terbuang

Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli, menyebut delapan aparat terluka cukup berat akibat kerusuhan 4 November di depan Istana Negara. Wajah salah satu korban rusak. Boy menunjukkan sejumlah foto petugas yang terluka. Ada terlihat darah mengalir dari kepala personil polisi, juga ada foto yang memperlihatkan seorang petugas berbaring ditemani sejumlah personil polisi.

“Di RSPAD Gatot SUBROTO ada 2 anggota kita (Polri), TNI ada 5, ada satu dari Damkar. Dari anggota kepolisian 79 anggota ada yang di luar rawat inap,” papar Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11) lalu.

Boy juga menyatakan korban dari pendemo juga banyak. Mayoritas dibawa ke rumah sakit karena dampak dari gas air mata.

“Dibawa ke RS Budi Kemuliaan, 160 orang terkena gas air mata. Sangat perih,” ucap Boy.

Mabes Polri juga membenarkan ada seorang pendemo yang meninggal dunia. Bukan karena terluka akibat bentrokan, namun karena sakit bawaan.

“Penderita asma, meninggal di RSPAD,” jelas Boy.

Selain itu, terpantau sedikitnya ada tiga kendaraan polisi yang dibakar massa anarkis, serta perusakan berat sebuah minimarket di Jakarta Utara.

”Inilah yang paling disayangi setiap kali ada demonstrasi besar-besaran, hingga ratusan ribu bahkan satu jutaan orang turun menggelar parlemen jalanan pada 4 November. Saya dan Partai Republik bukannya tidak setuju dengan demo. Tetapi sebenarnya tidak perlu demo jika sudah punya wakil rakyat. Ada 560 wakil rakyat di DPR hasil Pemilu 2014 yang mengeluarkan puluhan triliun rupiah. Para pendemo itu waktu Pemilu datang ke TPS (tempat pemungutan suara), misalnya petani harusnya nyangkul ke sawah tapi datang ke TPS. Begitu juga supir dan profesi marginal lain harus mengeluarkan energi dan waktu. Itu sudah sebuah pengorbanan rakyat untuk memberikan amanah kepada wakil rakyat di DPR. Seharusnya DPR yang bisa menggantikan aksi demo besar-besaran. Jangan malah aktor politik yang menunggangi pendemo hingga satu juta lebih itu,” tutur Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) DR.Ir. Suharno Prawiro, kepada Jitunews, Senin (7/11).

Dalam analogi Suharno, demo dengan tujuan politik praktis atas kinerja kepala daerah yang dinilai buruk — seharusnya tidak perlu dengan aksi demo besar-besaran.

“Sehingga kalau diibaratkan, lebih baik buang bensin dan korek apinya agar tidak terbakar amarah rakyat. Lebih baik amarah demonya yang dicegah, dengan kehadiran anggota DPR yang memperjuangkan suara rakyat kepada eksekutif,” papar Suharno.

Sementara itu, Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH), Kris Budihardjo, berpendapat, pasca aksi demo 4 November yang diklaim sebagai ‘Bela Islam’ itu harus disikapi dengan tenang dan mengedepankan persatuan NKRI.

“Karena apa, karena aksi tersebut sekarang berdampak pada hal-hal yang negatif. Yang ada adalah saling curiga antar pemimpin formal dengan informal. Sehingga sampai ada kecurigaan; adanya gerakan internasional yang memanfaatkan situasi ini,” ulas Kris, yang masih merahasiakan siapa dan apa itu gerakan internasional yang dimaksud.

Sumber : jitunews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...