ketua umum partai republik
Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno Taruprawiro, MM. - jitunews.com

Ketum Baru Partai Republik dengan Idealisme Jitu

Landasan yang dipijak kini oleh Partai Republik adalah jitu dalam memilih spirit dan keyakinan baru. Sabtu malam (24/9), para kader Partai Republik berkongres dengan bermufakat menetapkan Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno Taruprawiro, MM sebagai Ketua Umum (Ketum) baru, seraya mendapat sambutan gemuruh dari peserta kongres dengan yel-yel yang baru pula.

”Merdeka Republik..Jaya Republik…Berkuasa Republik…” itulah yel-yel serentak berkali-kali menyambut semangat gairah baru para wakil pengurus dari 24 DPD Provinsi dan juga beberapa perwakilan pengurus Kabupaten/Kota.

Para kader sangat menaruh harapan besar kepada Ketum-nya yang baru, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno Taruprawiro, MM. Dengan Ketum baru, diyakini sebagai awal dari era baru Partai Republik.

Setelah memiliki Ketum baru, Republik terus bersolek diri guna menjaring banyak pendukung. Republik juga lebih mempersiapkan diri untuk menempuh verifikasi di Komisi Pemilihan Umum.

Target jangka pendek Partai Republik adalah menambah pengurus daerah Provinsi – yang kemudian akan menggalang dukungan hingga ke tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan.

Heru B. Arifin, Sekjen Partai Republik yang juga baru ini — punya perhitungan dari analisa kualitatif, bahwa banyak sekali kader politik di daerah yang belum mendapatkan wadah untuk berpolitik — menyalurkan aspirasi dari tuntutan kehidupannya sehari-hari, yaitu masalah ekonomi.

Dari masalah ekonomi itu lah mengindikasikan, bahwa Partai Republik punya kans untuk merangkul rakyat menciptakan kemandirian — sehingga dapat terpenuhinya kecukupan sandang dan pangan serta sumber kehidupan untuk masa depan keturunannya.

Kehadiran Ketum baru, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno Taruprawiro, MM disebut menularkan semangat dan keyakinan baru, bahwa optimistis Partai Republik bakal mendapat dukungan dari kalangan akar rumput hingga kelas menengah. Optimistis itu mulai dibangun — dengan analisa jitu, yakni fokus membidik para relawan Jokowi di seluruh nusantara yang belum mendapatkan wadah politiknya.

Sebelumnya, parpol ini sempat lama tenggelam namanya, karena nyaris tidak ada aktivitas reguler di kepengurusan daerah. Akhirnya, tanpa kehadiran Marwah Daud, Ketum yang lama — peserta kongres dari 24 Provinsi sudah bulat memberikan estafet kepemimpinan Partai Republik kepada Ketum baru, Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno Taruprawiro, MM, dengan harapan masa depan yang lebih baik.

Masa depan yang lebih baik maksudnya sudah terbayang oleh Republik yang membidik dukungan massa yang selama ini belum tersalurkan aspirasinya melalui organisasi nasional. Para relawan Jokowi begitu tersebar luas di nusantara bahkan di luar negeri. Apalagi para relawan Presiden Jokowi, kini mulai bergeser ke kelas menengah ditandai dengan semaraknya para pemakai gadget smartphone — yang memberi dukungan kepada Jokowi melalui beragam media sosial.

Sehingga para peserta kongres Partai Republik, tadi malam, langsung berkonsolidasi menggali potensi pengembangan kekuatan internal dalam forum yang sekaligus Rakernas.

Rakernas memutuskan, bahwa Partai Republik siap menjadi garda depan dalam mendukung kepemimpinan nasional Presiden Joko Widodo, yang terkenal dengan konsep nawa citanya.

Selain itu, Rakernas juga bermufakat, bahwa haluan politiknya jelas untuk mendukung Ir. Joko Widodo menjadi Presiden RI untuk periode kedua pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia di tahun 2019 mendatang.

“Partai Republik akan menjadi wadah militan relawan Presiden Joko Widodo, untuk menyerukan segenap kekuatan relawan Jokowi bergabung dengan Partai Republik,” papar Suharno kepada Jitunews.com di Hotel Sentral, Jakarta, tadi malam.

Suharno yakin partainya akan menjadi kekuatan baru pada pemilu 2019, karena kekuatan relawan adalah simbol kekuatan yang tulus dari rakyat.

“Kita akan bergerak bersama-sama rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian bangsa,” tandas Suharno.

Perihal kemandirian bangsa Indonesia, merupakan isu yang sesungguhnya seksi. Lantaran tekanan kebutuhan berbagai bahan makanan pokok, sektor pertanian dan sektor industri olahan yang sebenarnya bisa membuat bangsa ini kembali mandiri, tanpa bergantung terus pada produk impor.

Sumber : jitunews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...