Kecewa, Rombongan Partai Republik Kenakan Seragam Serba Hitam

Kecewa, Rombongan Partai Republik Kenakan Seragam Serba Hitam

Partai Republik mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hari ini (24/2).

Kedatangan mereka untuk melengkapi data administrasi ihwal pengajuan gugatan kembali, mengenai SK PKPU atau SK KPU tanggal 17 Februari 2018. Yakni terkait verifikasi partai politik.

Wasekjen Partai Republik, Warsono menilai KPU telah berindak diskriminatif dalam tahapan pendaftaran verifikasi partai politik peserta pemilu.

Dia mempertanyakan mengapa partainya tak disertakan sebagai peserta verifikasi.

“Padahal Partai Republik termasuk partai yang tercantum dalam surat keputusan Komisi

Pemilihan Umum Nomor 58, sebagai peserta verifikasi parpol. Bahkan surat keputusan tersebut dikirim oleh kurir KPU dan sampai di DPP Partai Republik pada tanggal 21 Februari pukul 11.08 WIB,” beber dia dihubungi JawaPos.com.

“Kemudian muncul kabar bahwa Partai Republik tidak diberikan undangan sebagai peserta pemilu pada 17 Februari 2018,” lanjutnya.

Dia dan jajaran Partai Republik mengaku kecewa dengan keputusan KPU. Menurut Warsono, KPU telah mencederai hak berdemokrasi.

“Untuk itulah kami mengenakan pakaian serba hitam. Ini untuk menandakan matinya demokrasi,” jelas dia.

Adapun isi gugatan yang diajukan kepada Bawaslu, diantaranya mempertanyakan soal alasan tidak ditetapkannya Partai Republik sebagai calon peserta pemilu.

Padahal secara administratif, kata Warsono, sudah mengikuti semua prosedur ketetapan dan aturan main serta syarat-syarat yang diberikan oleh KPU.

“Kami juga tidak merasa bahwa data kita komplit, tetapi seyogyanya, jika data kami dikatakan BMS (Belum Memenuhi Syarat) berarti ada datanya, jadi kami menuntut supaya Partai Republik tetap diikutsertakan sebagai peserta Pemilu 2019,” tutup dia.

Sumber : Jawapos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tidak Sosialisasikan Sipol, KPU Dituding Lalai

Tidak Sosialisasikan Sipol, KPU Dituding Lalai

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Republik, Warsono menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena tidak melakukan sosialisasi ...