Kebutaan Politik Sebuah Tantangan

Oleh Achmad Noor Cholis ST. MT ( Kastaff Sekretariat DPP Partai REPUBLIK )

NKRI sebagai sebuah bangsa telah melewati beberapa masa sejarah perjalanan politik. Dari sejak zaman sebelum penjajahan, saat masa penjajahan, menjelang kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Setiap periode masa tersebut sesungguhnya seluruh anak negeri ini telah terlibat dalam gerakan politik secara sadar ataupun tidak sadar. Masing masing masa periode memiliki ciri kharakteristik politik yang berbeda, dan tentu saja akan hasilkan cara pandang sampai keputusan berbeda bagi masing masing pemangku kepentingan (stake holder) politik.
Saat ini adalah era di awali dari yang disebut sebagai era reformasi. Sebuah era dimana terjadi ledakan keterkejutan politik bagi sebagian besar anak negeri. Dari suatu kondisi dimana politik hanyalah sebuah kalimat ungkapan kata kata bagai tak bermakna bagi sebagian besar anak negeri, bermakna bagi segolongan elit penguasa dan kelompok tertentu menuju kondisi seluruh anak negeri seharusnya terbuka matanya akan politik secara tiba tiba. Dalam era reformasi ini secara nyata dan fakta masih dominan mayoritas anak negeri ini buta akan politik. Apakah itu politik, dimulai dari apakah itu trias politica, kenapa trias politica, bagaimana NKRI menerapkan trias politica, apa hubungan trias politica dengan tata kelola negara, apa hubungan trias politica dengan partai politik, apa hubungan partai politik dengan lembaga lembaga seperti DPR, MPR, Lembaga kepresidenan dan lembaga lain. Dan masih banyak hal yang seharusnya seluruh anak negeri ini tahu, sadar dan mengerti. Di era reformasi ini dimana seharusnya seluruh anak negeri mengerti dan terbuka mata pikirannya akan politik, yang terjadi adalah sebaliknya yaitu anak negeri ini makin tersempitkan matanya melihat politik hanya sekedar hingar bingar kampanye. Hingar bingar teriakan dengan bungkus semua ide konsep dan janji janji bahwa ide konsep “ku”  yang akan bawa negeri ini sampai pada cita cita kemerdekaan.
Bagaimanakah Republik NKRI yang kita cintai ini akan bisa bangkit dan tercapaikan cita cita kemerdekaan jika mayoritas anak negeri ini buta akan politik. Sampai detik tulisan ini tertorehkan belum ada satu pun partai politik yang bergerak dalam pendidikan politik, penyadaran politik. Generasi muda di perkotaan yang notabene memiliki kesempatan pendidikan pengetahuan lebih terakses pun mayoritas buta akan politik. Sungguh sebuah kondisi miris dan ironis.
Kesadaran pemahaman akan politik, sebuah kalimat sederhana dan seakan ringan namun berdampak sistemik. Berdampak sistemik karena kehidupan ini adalah sebuah rangkaian sistem. Dan awal mula dari semua langkah pengambilan keputusan adalah berangkat dari persepsi cara pandang. Cara pandang terolah bersama dengan pengetahuan dan pemahaman akan hasilkan keputusan pilihan. Buta politik, persepsi akan politik salah dan jadilah anak negeri ini hanya objek permainan bagi pihak pihak yang senang dan diuntungkan dengan kondisi kebutaan akan politik.
Sebuah tantangan tugas amanah yang besar bagi seluruh anak negeri Republik ini yang terketuk jiwanya dan terpanggil dirinya untuk meneruskan perjuangan menggapai cita cita. Penyadaran dari kebutaan adalah bagaikan tugas yang diemban oleh para mesiah, rasul, nabi, utusan suci dalam membukakan mata hati jiwa pikiran.
Republik Jaya Republik Berkuasa. Nusantara mercubawono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sidang aduan Partai Republik terhadap KPU RI dan Bawaslu RI di ​​(DKPP) RI, tertunda

Sidang aduan Partai Republik terhadap KPU RI dan Bawaslu RI di ​​(DKPP) RI, tertunda

Sidang aduan Partai Republik terhadap penyelenggara Pemilu yaitu KPU RI dan Bawaslu RI di Dewan ...