Kapasitas SDM Perlu Ditingkatkan untuk Pemerataan Ekonomi

JAKARA — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memandang perlu peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk pemerataan ekonomi. Hal itu tidak lepas dari upaya pemberdayaan masyarakat.

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo menjelaskan, hasil riset McKinsey memproyeksikan pada 2030, Indonesia memiliki ketidaksesuaian antara jumlah permintaan tenaga kerja dan pasokan yang ada. “Secara total, Indonesia masih mengalami kekurangan pasokan tenaga terampil dan semi terampil hingga sembilan juta orang,” kata Mendes kepada Republika, Senin (24/4).

Ia menjabarkan, riset McKinsey membandingkan jumlah permintaan dan pasokan tenaga kerja terampil dan semi terampil pada 2030 berdasarkan tingkat pendidikan. Pada tingkat pendidikan akademi/universitas diperkirakan permintaan tenaga kerja sebanyak 25 juta orang, sementara pasokan hanya 23 juta orang. Untuk tingkat pendidikan sekolah menengah atas, permintaan sebanyak 17 juta orang, sementara pasokan 30 juta orang.

Ia menyebut banyak pekerjaan yang ada sekarang, menjadi kurang relevan karena perkembangan zaman, seperti, tukng cuci foto, juru steno dan juru tik, juru teleks, instalator pesawat telepon dan telegraf, pembuat topi. Namun, masih berdasarkan hasil riset, sebagian besar ekerjaan di masa depan belum terdefinisikan, seperti, analis pasar, jurnalis, pemasaran digital, event organizer, ahli strategi sosial media.

Sumber Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...