Kapal Pencuri Harta Karun Indonesia Ditangkap di Malaysia

KAPAL pencuri barang muatan kapal tenggelam (BMKT) Indonesia telah ditangkap di Malaysia. Kapal tersebut bernama MV Chuan Hong 68 berkebangsaan Tiongkok dengan bobot 8.352 gross ton (GT).

Pemilik terdaftar kapal tersebut ialah perusahaan asal Tiongkok, Shanghai Chonghe Marine Co., Ltd, sedangkan perusahaan yang akan menerima hasil tangkapan harta karun itu ialah Fujian Yarui Marine Co., Ltd.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan kapal MV Chuan Hong 68 ditangkap oleh patroli Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 28 April 2017. Kapal itu ditangkap di perairan Panggararang Johor Timur.

“Sesuai edaran dan permohonan kota kepada Interpol, kita dibantu Malaysia untuk menahan kapal tersebut. Kapalnya berbendera Tiongkok, tipenya kapal keruk,” ucap Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Jumat (5/5).

Adapun sebelumnya, kapal MV Chuan Hong 68 telah masuk ke wilayah teritorial Indonesia pada 20 April 2017. Kapal asal Tiongkok itu diduga mengambil BMKT yang ada di perairan Pulau Damar, Kepulauan Riau. Diperkirakan sekitar seribu ton bongkahan besi yang diraup.

Namun, kapal keruk itu berhasil kabur saat Patroli Keamanan Laut (Patkamla) menunggu KRI Pulau Rangsang datang. Patkamla hanya berhasil menangkap 20 anak buah kapal (ABK) yang berkebangsaan Tiongkok.

Di lokasi itu, sebut Susi, terdapat lima kapal karam, yakni kapal supertanker asal Swedia yang tenggelam pada 1969 bernama Seven Skies, ore/oil steamship dari Italia bernama Igara, kapal perang Jepang Ijn Sagiri, kapal penumpang Jepang Hiyoshi Maru, dan kapal penumpang Jepang Katori Maru.

Susi belum bisa menaksir nilai kerugian ekonomi dari dugaan pencurian BMKT di sana. Hanya, pencurian itu bisa berdampak pada wisata maritim di perairan Kepri karena sering digunakan sebagai spot diving oleh para wisatawan lokal dan asing.

“Di situ ada situs sejarah. Kalau nilai sejarah, uang jutaan dolar tidak bisa membelinya,” tukasnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI A Taufiq mengatakan saat APMM menangkap kapal MV Chuan Hong 68, ditemukan awak kapal. Namun, dia tidak bisa memastikan ketujuh awak kapal tersebut bersembunyi saat penangkapan di Indonesia atau merupakan penumpang baru.

Taufiq menyebut kapal MV Chuan Hong 68 telah melanggar hukum di Indonesia. Kapal itu melanggar UU No 17/2008 tentang Pelayaran, UU No 11/2010 tentang Cagar Budaya, UU No 6/2011 tentang Keimigrasian, dan UU Hukum Pidana karena telah melarikan diri dan menghalangi tindakan petugas.

“Kita sudah mengirim surat ke Kedutaan Besar Malaysia agar kita bisa menarik kapal itu untuk diproses secara hukum. Semoga tidak lagi (kapal bisa ditarik ke Indonesia),” imbuhnya.

Penyidikan akan dilakukan Polisi Air dan TNI AL. Polisi Air akan menyidik perusahaan yang terkait dugaan pencurian BMKT, sedangkan TNI AL akan memproses nahkoda MV Chuan Hong 68. (OL-6)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...