Jurus SNI untuk Cinta Lebih Tebal

PENGGUNAAN produk dan pelayanan dalam negeri menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap perekonomian dan pertumbuhan industri nasional.

Namun, tentunya harus ada standar mutu tertentu untuk produk-produk dalam negeri agar kepuasan dan loyalitas konsumen terjaga.

Di Tanah Air, bentuk acuan pemenuhan mutu suatu produk dan layanan ialah melalui sertifikasi Standar Nasional Indonesia(SNI).

Menurut Kepala Badan Standardisasi Nasional Bambang Prasetya ketika dihubungi, kemarin, legitimasi dari SNI diharapkan dapat mempertebal kecintaan konsumen terhadap produk Indonesia.

“Memang kadang terkendala masalah masuknya barang abal-abal yang tidak ada standarnya sehingga masyarakat sering pilih barang yang lebih murah,” sesal Bambang.

Menurutnya, SNI disusun untuk dipergunakan sebagai acuan mutu untuk barang, jasa, proses, sistem manajemen, dan personal atau profesi.

SNI menandakan jaminan keamanan, keselamatan, kesehatan, dan tidak merusak lingkungan.

Saat ini terdapat 9.000 lebih SNI yang aktif dari 11 ribu standar yang sudah dirumuskan.

“Ini penting untuk konsumen, sedangkan untuk sesama produsen bisa dijadikan alat untuk kompetisi yang fair karena platform mutu minimalnya sama. Terhadap pemerintah, SNI bisa dipakai untuk terjadinya perdangan yang fair dan melindungi masyarakat,” urainya.

Meskipun sangat penting, SNI yang diwajibkan sejauh ini baru untuk 201 jenis produk dan layanan.

Sementara itu, untuk jenis lainnya masih bersifat sukarela.

“Tidak apa-apa (masih sedikit), yang penting produsen masih mau menerapkan secara sukarela dan konsumen akan memilihnya. Konsumen pintar akan memilih produk yang aman, pasti memilih yang ber-SNI,” ucap Bambang.

BSN, menurutnya, memang harus gencar melakukan sosialisasi, baik ke masyarakat konsumen maupun produsen, terkait dengan urgensi SNI dan pemakaian produk ber-SNI.

Salah satu kiat yang sudah diterapkan ialah memberi insentif ke pelaku usaha mikro dan kecil untuk penyematan SNI atas produk mereka.

“Kita dorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memberikan fasilitas kepada UMKM agar bisa mencontoh role model yang dikembangan BSN,” kata dia. (Mus/S-2)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...