Jurus Kreatif Dorong Minat Baca

PRESIDEN Joko Widodo terkesan dan mengapresiasi 39 pegiat literasi yang menjadi lentera untuk mendorong minat membaca masyarakat hingga ke pelosok-pelosok daerah.

Sebanyak 39 individu dari berbagai daerah diundang ke Istana Negara agar Presiden dapat mendengarkan langsung kisah perjuangan mereka.

Misbach Surbakti, guru SMP asal Manokwari, Papua Barat, menceritakan pengalamannya mengapa ia menjadi pegiat literasi. Bermula dari kemampuan membaca dan menghitung siswa SMP yang rendah, ia mengajak guru-guru untuk keluar masuk kampung dengan membawa buku di dalam noken.

“Saya coba dengan guru-guru yang berpandangan dan berpihak kepada saya untuk intervensi ke tengah masyarakat dengan pendekatan budaya,” ujar Misbach. “Dengan menyandang noken, kami bergerak bersama relawan keluar masuk kampung untuk mendekatkan buku-buku ini kepada siswa.”

Ia berprinsip, jika mata ialah jendela hati, membaca ialah jendela dunia.

“Di kampung kami ada namanya parapara, tempat anak-anak bisa bermain tanpa masuk ke teras rumah, tanpa takut dengan teras kotor. Kami datang mendekati anak-anak yang sedang bermain di parapara,” kata Misbach.

“Dengan begitu, anak tidak kaku harus membaca buku. Kalau ke perpustakaan, anak-anak merasa asing, takut lantai kotor, buku rusak sehingga mereka menjauh karena merasa perpustakaan bukan milik mereka,” ucap Misbach.

Lain lagi cerita Ridwan Sururi, pegiat literasi yang menggunakan kuda berkeliling ke desa-desa di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. Kuda dipilih Ridwan karena kerap menghadapi rute menanjak di lokasi.

Berkat jasa seekor kuda yang diberi nama Luna, Ridwan menciptakan perpustakaan keliling dengan nama Kuda Pustaka pada awal Januari 2015. Pada awalnya Ridwan mendapatkan buku dari sumbangan teman. Kini ia memiliki sekitar 200 koleksi buku.

Kisah lain diungkapkan Wahyudi, pendiri Rumah Baca sang Petualang di Wonogiri, Jawa Tengah. Setiap hari, ia keliling kampung dengan sepeda motor modifikasi menjadi tempat bacaan. Tujuan Wahyudi membuat anak-anak kampung pintar dengan cara membaca.

Seusai pertemuan, Presiden mengatakan banyak cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat, utamanya anak-anak. Kepala Negara memuji inisiatif para pegiat literasi itu. “Ini gerakan yang bagus sekali, tidak disentuh oleh pemerintah. Mereka bergerak sendiri. Saya sudah menyampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar di setiap titik itu dikirim minimal 10 ribu buku.” (Rudy Polycarpus/X-6)
Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...