Jokowi Serukan Persaudaraan

PRESIDEN Joko Widodo menyerukan seluruh umat Islam di dunia memperkuat persaudaraan Islam atau ukhuwah Islamiyah untuk menangkal radikalisme dan terorisme.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato di hadapan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Presiden AS Donald Trump, dan puluhan pemimpin negara-negara Islam yang hadir dalam KTT Arab, Islam, dan Amerika di Riyadh, Arab Saudi, kemarin.

“Islam harus bersatu. (Kita) jangan menghabiskan ener­gi untuk bermusuhan. Persaudaraan Islam ialah kuncinya. Kemitraan dunia Islam dan AS diperlukan untuk mengeliminasi persepsi Islam ialah musuh bagi AS. Begitu juga sebaliknya. Kerja sama melawan terorisme harus ditingkatkan untuk memberikan pesan damai kepada dunia. Jebakan radikalisme dan terorisme terjadi di setiap bagian dunia,” tegas Jokowi.

Menurut Kepala Negara, organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, akan terus menyampaikan dan menyebarkan pesan Islam sebagai agama yang damai dan penuh toleransi.

“Pesan damai harus kita sebarkan bukan melalui keke­rasan. Perlu pendekatan seimbang antara hard power dan soft power,” kata Presiden.

Anak muda mutlak harus dilibatkan untuk menyebarkan pesan damai dan persaudaraan dalam upaya menangkal radikalisme karena mereka memiliki pengaruh dan pengikut di media sosial.

“Sumber pembiayaan terorisme harus dihentikan. Keadilan serta persamaan dikedepankan melalui pengu­atan ekonomi. Saya harap kita menjadi bagian dari solusi dan berusaha mewujudkan perdamaian,” ujar Jokowi.

Wakil Menlu AM Fachir berharap setelah forum ini Indonesia akan membagi pengalaman mengenai penanganan terorisme, termasuk deradikalisasi

Presiden AS Donald Trump, dalam pidato mengawali KTT, menyatakan semua negara memiliki tugas mutlak untuk membebaskan tanah mereka dari terorisme.

Pemimpin AS itu mengingatkan bahwa radikalisme dan terorisme telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Dia menyinggung meningkatnya ekstremisme yang dilakukan Islamic State di Suriah dan Irak.

“Jika kita tidak bertindak, kita tahu apa yang terjadi,” kata Trump.

Trump juga menyinggung krisis peperangan di Suriah dengan menyebutkan Presiden Bashar al-Assad telah melakukan kejahatan yang tidak terbantahkan di Suriah dengan dukungan Iran. Ia meminta para pemimpin negara-negara muslim senantiasa membawa pesan pertemanan, harapan, dan cinta.

“KTT ini harus menandai a­khir dari riwayat mereka yang menyebarkan teror. AS akan menandatangani kesepakatan dengan para pihak untuk memastikan para teroris tidak mendapatkan bantuan keuangan dari mana pun. Keluarkan mereka (teroris) dari tempat-tempat ibadah, komunitas, dan bumi Anda. Perjuang­an kita bukan menentang agama atau peradab­an yang berbeda. Ini adalah perjuang­an antara yang baik dan yang jahat,” tandas Trump.

Pengamat Timur Tengah yang juga anggota Dewan Penasihat Indonesian Society for Middle East Studies, Smith Alhadar, mengakui sebenarnya KTT di Riyadh itu bertujuan untuk memerangi terorisme di seluruh bagian dunia.

“Keikutsertaan Indonesia sudah tepat. Secara psikologis sebagai negara muslim terbesar yang Sunni dan moderat kehadir­an Indonesia sangat penting untuk ikut mengampanyekan antiterorisme atau antiradikalisme global,” tutur Smith. (Mus/Pol/CNBC/Ant/X-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...