Jokowi Minta Sesama Anak Bangsa Jangan Saling Menghujat

PALU — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan anak muda Indonesia yang lebih senang turun ke jalan. Menurut dia, demonstrasi merupakan aktivitas tidak produktif. Dia semakin sedih lantaran ada muda menggunakan media sosial (medsos) untuk kegiatan saling serang satu sama lain.

“Saya sedih setiap hari ada ratusan, ribuan, ratusan ribu demo. Energi kita habis untuk itu, jangan saling menghujat, jangan saling menjelekkan, jangan saling memfitnah. Kita ini saudara, baik sesama Muslim, baik sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Ini betul- betul tak produktif, habis energi kita untuk hal hal seperti itu,” ujar Jokowi saat membuka Kongres XIX Pergerakan Pemuda Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Kota Palu, Selasa (16/5).

Menurut Jokowi, tidak seharusnya anak muda lebih senang menggelar aksi hanya untuk menyampaikan pendapat. Dia mengingatkan, kalau generasi muda hanya senang berdemo maka dipastikan tertinggal dengan negara lain.

“Kita setiap hari dema-demo, dema-demo, tanya Kapolri, berapa ratus menit untuk pengamanan, mengerahkan pasukan (untuk menjaga demonstrasi). Inilah yang harus kita sadari, orang lain sudah berpikir, kita masih urus-urusan seperti itu,” kata Jokowi, dalam acara yang dihadiri Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut.

Jokowi mengisahkan pengalamannya tentang anak buahnya yang hanya sibuk mengurus sebuah kebijakan dalam jangka waktu lama. Hal itu terkait dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang nelayan menggunakan cantrang dalam menangkap ikan.

“Saya pernah tegur, Menteri Susi, bertahun-tahun masih urus cantrang. Kita masih urusan cantrang //gak// selesai-selesai. Bagaimana negara lain sudah (urus) offshore aquaculture, kita masih urusan cantrang gak selesai,” kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi berpesan kepada pengurus PMII untuk tidak terjebak ke dalam kegiatan yang tak produktif. Dia juga menyeru agar anggota PMII tidak hanya berkeinginan menjadi politisi dalam meniti karier ke depannya.

“PMII arahkan energi itu ke gagasan besar, gagasan ekonomi untuk sejahteranya bangsa ini. Pesan khusus kepada PMII, jangan hanya bermimpi untuk jadi politisi, bermimpilah misalnya jadi wiraswasta, kita baru 1,6 persen. Normalnya sebuah negara yang baik di atas tiga persen,” kata Jokowi.

Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf menyampaikan rasa bangganya perhelatan kongres dibuka Presiden Jokowi. Menurut Aminuddin, dalam sejarah PMII, baru dua kali presiden membuka kongres. “Presiden Sukarno pada kongres tahun 1963 dan Pak Jokowi dalam kongres ke-19 kali,” ujarnya.

Sumber Republika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...