Petani menghalau hama burung yang menyerang tanaman padi dewasa menjelang masa panen di areal persawahan Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (23/10). Meningkatnya serangan hama burung pada tanaman padi dewasa menyebabkan volume produksi gabah petani berpotensi turun hingga kisaran 50 persen, dari seharusnya rata-rata sekitar 16 kuintal untuk lahan ukuran 250 are menjadi tinggal 8 kuintal pada luas petak yang sama. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/pd/15

Jokowi: Jangan Sampai Irigasi Dibangun Tapi Sawahnya Tak Ada

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini kembali melanjutkan rapat terbatas setelah membahas tentang Proyek Strategis Nasional di Provinsi Kalimantan Selatan. Rapat terbatas sore ini membahas tentang evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Jokowi mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada 2016 tumbuh sebesar 6,51%. Pertumbuhan yang cukup tinggi ini ditopang oleh 3 sektor unggulan seperti pertanian, kehutanan dan perikanan. Ketiga sektor ini memberikan kontribusi 24,3% bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

“Diikuti oleh sektor pertambangan dengan kontribusi 19,35% dan sektor konstruksi dengan kontribusi 14,02%,” ungkap Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/4/2017).

Momentum pertumbuhan di sektor pertanian kehutanan dan kelautan, ujar Jokowi, harus terus dijaga agar ekonomi Sulawesi Tenggara dapat tumbuh berkelanjutan dan berkualitas. Untuk itu, Jokowi meminta agar komoditas unggulan di sektor pertanian dan perkebunan dan di Sulawesi Tenggara dapat lebih dikembangkan.

“Seperti komoditas kakao di Kabupaten Kolaka Timur dan saya minta APBN, APBD untuk sektor pertanian agar diarahkan untuk pengembangan hortikultura bukan hanya padi saja,” jelasnya.

Jokowi juga meminta agar pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian seperti Bendungan ladongi, Bendungan pelosika serta pembangunan infrastruktur irigasi lainnya. Jokowi pun mengingatkan agar pembangunan infrastruktur irigasi ini harus sesuai dengan pengadaan sawah.

“Jangan sampai saluran irigasi yang dibangun tapi sawahnya tidak ada atau sebaliknya, dan agar pertumbuhan sektor pertanian kehutanan dan kelautan maupun pengembangan sektor pertambangan bisa memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi Sulawesi Tenggara. Maka perlu ditopang industri pengolahan,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Jokowi, industri pengolahan baru memberikan kontribusi sebesar 6,1% bagi ekonomi Sulawesi Tenggara. Jokowi pun meyakini agar sektor ini semakin meningkat secara perlahan.

“Untuk itu perlu langkah-langkah terobosan dengan pengembangan kawasan industri seperti Kawasan Industri Konawe yang dirancang terintegrasi dan bisa terhubung dengan pelabuhan,” ungkapnya.

Selain itu, Jokowi juga meyakini bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sektor yang sangat potensial, yaitu pada sektor pariwisata bahari. Jokowi pun meyakini bahwa keindahan alam laut di Wakatobi bisa dikembangkan dan menjadi magnet yang sangat kuat untuk menaikan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.

“Jika potensi wisata bahari juga dioptimalkan, terutama dan mempercepat pengembangan Wakatobi sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, memperlancar akses transportasi dan konektivitas serta pembangunan infrastruktur pendukung, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara saya yakin akan semakin cepat,” tutupnya.

Sumber Okezone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...