Jokowi: Jadi yang Benar Saya Klemar-Klemer atau Diktator?

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan tidak ada pemerintah otoriter di Indonesia. “Tidak ada kekuasaan abosolut atau otoriter,” ungkap Presiden di Solo, Jawa Tengah, seusai meresmikan Museum Nusantara yang menjadi impiannya sejak menjabat sebagai Walikota Surakarta, Rabu (9/8).

Penegasan itu dinyatakan, seiring dengan adanya isu yang terus menerpanya sejak menjadi Presiden RI ketujuh, dari mulai disebut sebagai ‘presiden ndeso’, ‘presiden klemar klemer’ dan terakhir berubah menjadi ‘presiden otoriter’.

Jokowi menyatakan keheranannya atas berbagai isu yang ditujukan kepadanya. Dari awal disebut lamban atau klemar klemer dan presiden ndeso, tapi ketika sebagai presiden mulai tegas melakukan penegakan atas undang-undang malah disebut sebagai otoriter.

“Yang benar yang mana? Yang klemar-klemer, yang ndeso atau yang diktator dan otoriter?” ujar Jokowi dengan mimik menunjukkan rasa heran
setelah meresmikan museum keris yang mengoleksi 409 bilah keris dan senjata tradisional dari berbagai daerah di Tanah Air itu.

Ia tegas meyakinkan, konstitusi Indonesia tidak memungkinkan terjadinya kekuasaan otoriter ataupun absolut. Sebab di NKRI ini punya lembaga negara yang memiliki peran sendiri sendiri.

“Ada yang mengontrol, ada pula lembaga yang berfungsi mengeksekusi program, yang mengawasi tata laksana pemerintah, lalu ada pers, LSM yang mengawasi,” imbuhnya.

Karena itu, sekali lagi dia menandaskan, tidak mungkin di Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis, dengan kekuasaan tertinggi ada di dalam konstitusi, bisa memunculkan kekuasaan yang bersifat otoriter. (X-12)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...