Jokowi Ingin Pemuda ASEAN Jadi Agen Toleransi dan Perdamaian

JAKARTA, Presiden Joko Widodo mengingatkan pemuda ASEAN agar bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk saat menyebarkan pesan-pesan postif tentang toleransi dan perdamaian.

“Saya memiliki harapan agar anak-anak muda ASEAN dapat menggunakan sosial media dengan bijak untuk sebarkan pesan-pesan yang positif, jadilah agen perubahan dan jadilah agen toleransi dan perdamaian,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan Pemimpian ASEAN dengan perwakilan pemuda pada KTT ASEAN ke-30 yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan PICC, Manila, Filipina, Sabtu (29/4/2017) sore, dikutip dari Antara.

Pada kesempatan itu, Presiden sempat mengajukan pertanyaan kepada perwakilan pemuda itu, “Berapa jam waktu yang Anda gunakan untuk ber-internet? Untuk bermedia sosial?”

Presiden memperkirakan sebagian besar waktu pemuda dihabiskan untuk berinternet dan bermedia sosial.

“Tahukah Anda bahwa di Indonesia 44 juta posting di sosial media per jam, 73 juta pengguna internet, 72 juta akun media sosial,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu di seluruh dunia, pada 2016, terdapat 2,3 miliar pengguna media sosial.

Menurut Jokowi, fakta tersebut bisa jadi merupakan kekuatan positif untuk memengaruhi dunia.

Secara pribadi ia menyampaikan rasa senangnya dapat berkumpul dengan dengan para wakil Pemuda ASEAN. Berkumpul dengan para pemuda membuat Jokowi merasa muda.

“Bukan saja merasa muda, tapi memang saya masih muda,” ucap Presiden.

Pada usia ASEAN ke-50, Jokowi mengatakan dirinya hadir dalam pertemuan tersebut sebagai Presiden.

“Ke depan, Anda atau generasi anda yang akan duduk disini menggantikan kami-kami ini sebagai pemimpin ASEAN,” ucap Presiden.

Kepala Negara mengingatkan bahwa mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut memiliki perbedaan.

“Walaupun secara fisik kita serupa, namun latar belakang budaya, etnisitas dan bahkan agama kita berbeda. Kesadaran akan perbedaan harus dimiliki oleh generasi muda ASEAN,” kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa anak-anak muda ASEAN harus menjadi agen persatuan, toleransi, dan harmoni.

Hal itu sangat penting di tengah perkembangan situasi dunia yang semakin tidak menentu saat ini.

“Kalau dulu anak-anak akan banyak mendengarkan nasihat orangtua. Sekarang mereka juga mendengarkan nasihat media sosial, mungkin lebih banyak mendengarkan media sosial,” ucap Presiden.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...