Jokowi Ingatkan Warga tidak Gadaikan Sertifikat Rumah untuk Beli Mobil

PRESIDEN Joko Widodo memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan sertifikat tanahnya. Jokowi tak ingin sertifikat tersebut berpindah tangan hanya karena warga tak mampu membayar cicilan mobil.

“Bisa dipakai untuk agunan atau jaminan ke bank, tapi hati-hati,” kata Presiden disambut tawa di Lapangan Park and Ride MH Thamrin, Jakarta, Minggu (20/8).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyarankan, uang yang diperoleh dari sertifikat yang digadaikan dipakai berbisnis atau membuat usaha. Keuntungan dari bisnis tersebut baru digunakan untuk membeli mobil.

Jokowi melihat banyak orang yang menggadaikan sertifikat tanahnya ke bank, tapi kemudian tak mampu membayar cicilan. Sertifikat dan mobil pun akhirnya raib, hanya karena euforia sesaat.

“Saya titip jadi kalau mau beli mobil dari keuntungan saja. Jangan sampai terlalu bersemangat biar naik mobil gagah begitu 6 bulan mobil hilang sertifikat juga hilang,” tuturnya.

Jokowi menyampaikan, selama ini masyarakat terbentur lamanya proses pengurusan sertifikat tanah. Itu imbas dari minimnya jumlah juru ukur tanah. Saat ini, sedikitnya sudah ada 4.100 orang juru ukur tanah. Sehingga, target 80 juta sertifikat tanah dapat terwujud pada 2025.

“Jadi hati-hati untuk gunakan sertifikat karena mendapatkannya dulu susah sekali,” pungkasnya.

Sebanyak 7.500 sertifikat tanah kepada warga Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Pembagian sertifikat tanah ini digelar di Lapangan Park and Ride MH Thamrin, Jakarta, Minggu 20 Agustus 2017.

Dari 7.500 sertifikat itu, 200 sertifikat diberikan untuk warga Jakarta Pusat, 186 sertifikat untuk warga Jakarta Barat. Sementara itu, warga Jakarta Selatan dibagikan 200 sertifikat, 200 sertifikat juga dibagikan untuk warga Jakarta Utara.

Kemudian, 800 sertifikat untuk warga Kota Bekasi, 1.100 sertifikat untuk warga Kabupaten Bekasi. Sementara 350 sertifikat untuk warga Kota Tangerang, 900 sertifikat untuk warga Kabupaten Tangerang, dan 850 sertifikat untuk warga Tangerang Selatan.

Jokowi menginginkan semua bidang telah bersertifikat pada 2025. Pemerintah akan terus mendorong pembagian sertifikat tanah sebagai bagian reforma agraria untuk mewujudkan keadilan. (MTVN/OL-2)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...