“Jangan Beda Jaket, Simbol Jari, Bikin Kita Terpecah-pecah”

JAKARTA, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengajak semua elemen yang berkepentingan dalam Pilkada untuk menjaga suasana damai.

Ajakan ini disampaikan saat deklarasi pilkada damai bersama masing-masing pasangan calon, Pangdam Jaya, serta Kapolda Metro Jaya di Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4/2017) petang.

“Tidak boleh hanya karena beda pilihan politik, beda jaket yang dikenakan, beda bendera yang dikibarkan, beda simbol jari yang diacungkan, itu membuat kita terpecah-pecah sebagai keluarga besar warga DKI Jakarta,” kata Sumarno.

Menurut Sumarno, pilkada damai tidak bisa digaungkan oleh KPU dan lembaga terkait saja. Semua warga Jakarta harus ikut menjaga suasana damai serta kondusif.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti memastikan pihaknya siap mengawasi semua TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Pengawasan dari Bawaslu DKI akan dilakukan secara menyeluruh sehingga dipastikan tidak perlu ada bantuan pengawasan dari pihak lain lagi.

“Kami sudah membentuk jajaran kami sampai ke tingkat pengawas TPS sebanyak 13.034 orang yang ditempatkan di masing-masing TPS. Berikan kepercayaan penuh kepada kami di TPS, kepada KPUD dan Bawaslu,” tutur Mimah.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...