Jangan Abaikan Nasib Guru PAUD

PEMERINTAH daerah (Pemda) jangan mengabaikan nasib guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Pemda hendaknya mengalokasikan anggaran untuk menggaji mereka.

“Dua minggu yang lalu saya sudah teken Perpres tentang Pendidikan Karakter. Ini diharapkan menjadi payung hukum dalam pendidikan karakter termasuk pengalokasikan dana bagi guru-guru PAUD, ada payung hukumnya,” tutur Presiden Joko Widodo ketika menutup Pelatihan Akbar Guru PAUD se-DKI Jakarta di Gedung Jakarta Islamic Center, Rabu (20/9).

Dalam acara yang dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendy dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, Presiden menyebutkan selama ini pendidikan karakter belum menjadi perhatian pemerintah.

Menurut dia, adanya Perpres Pendidikan Karakter menunjukkan adanya perhatian serius pemerintah terhadap pendidikan karakter. Terkait dengan pengalokasian dana oleh daerah itu, Presiden menyebutkan dirinya belum mengumpulkan kepala daerah untuk membahas masalah itu.

“Sudah ada payung hukumnya. Kalau tidak ada payung hukumnya mana berani daerah memberikan (alokasi anggaran), bupati dan gubernur belum saya perintahkan itu. Nanti akan saya perintahkan ke situ,” tutur Presiden seperti dilansir Antara.

Menurut dia, dirinya juga sudah meminta pendapat dari Mendikbud Muhadjir mengenai dana untuk guru PAUD. “Saya tadi bisik-bisik dengan Mendikbud, saya tanya, prof apa ada alokasi dana untuk guru PAUD, dijawab nanti saya itung dulu. Kalau ada (anggaran) saya perintahkan berikan segera. Itu tahapannya seperti itu,” tegas Presiden.

Presiden menyebutkan pendidikan anak usia antara 1-12 tahun merupakan masa pendidikan yang penting dalam pendidikan karakter. “Pendidikan anak usia 1-12 tahun merupakan masa yang menentukan dalam pendidikan karakter,” imbuh Presiden.

Pelatihan Akbar Guru PAUD Se-DKI Jakarta itu diikuti sekitar 1.200 guru dari lima wilayah dan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Dalam kesempatan itu sejumlah guru meminta pemerintah agar memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD.

Beberapa guru menyebutkan mereka bekerja secara sosial, tidak ada yang menggaji. Belum ada yang menyebut mereka digaji ‘sejuta’ yang artinya setia, jujur dan takwa. (OL-4)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...