Indonesia Butuh Pendidikan Karakter

DALAM dua dasawarsa terakhir, bangsa Indonesia dilanda krisis karakter. Terbukti, banyak pemimpin bangsa, baik anggota legislatif, eksekutif, maupun penegak hukum yang tersandung kasus korupsi. Padahal, semestinya mereka menjadi anutan masyarakat.

“Ini sangat memprihatinkan. Kami merasa ikut bertanggung jawab karena para pemimpin bangsa itu kebanyakan merupakan produk pendidikan tinggi,” papar Rektor Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Jawa Tengah, Triyono, kemarin (Senin, 1/5).

Ia melihat kesalahan pendidikan di Indonesia ialah memprioritaskan aspek intelektual dan keterampilan, bukan sikap dan karakter. Namun, kesalahan itu juga sudah dimulai dari bangku pendidikan sekolah lanjutan.

“Banyak sekolah hanya mengejar 100% lulus ujian nasional. Sekolah pun mengabaikan pendidikan karakter,” tegasnya.

Karena itu, Triyono meminta para pemangku kepentingan mengedepankan pembentukan karakter atau budi pekerti sehingga siswa tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga cerdas spiritual dan emosional.

Dengan kondisi itu, Unwidha Klaten di bawah kepemimpinan Triyono menetapkan visi Unwidha sebagai universitas yang berkarakter untuk kesejahteraan bangsa berdasarkan multikultur.

“Melalui pendidikan karakter, Unwidha siap berkontribusi bagi pembangunan di Jawa Tengah, khususnya aspek sumber daya manusia. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang intelektual dan keterampilan, tapi juga memiliki sikap, karakter dan budi pekerti luhur, religius, dan sikap sosial yang baik,” lanjut Triyono.

Saat ini, Unwidha Klaten mengelola 1 program pascasar-jana dengan 1 program studi magister (S-2), 6 fakultas dengan 14 program studi sarjana (S-1), dan 3 program studi ahli madya (D-III).

Seluruh program studi itu terakreditasi Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi, yang sebagian besar akreditasi B dan A. Bahkan, Unwidha secara institusi telah terakreditasi dengan nilai B.

Unwidha Klaten diperkuat 130 dosen, terdiri atas 14 doktor dan 16 dosen sedang me-nempuh program S-3, serta 72 tenaga kependidikan. Jumlah mahasiswa mencapai 2.200 orang. Sampai Desember 2016, Unwidha telah menggelar wisuda sarjana angkatan ke-68, dengan total lulusan 26.275 orang.(JS/N-2)
Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...