Hemat Listrik untuk Energi Berkeadilan

UNTUK terus mewujudkan energi yang berkeadilan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) semakin intensif menggalakkan perilaku hemat energi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan mengampanyekan hemat energi di beberapa kota besar di Indonesia.

Kampanye tersebut bertajuk Potong 10% yang pada tahun ini dilaksanakan secara serentak di tiga kota, yaitu Denpasar (Bali), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Makassar (Sulawesi Selatan).

“Tujuannya tentu agar gerakan ini semakin masif dan masyarakat semakin peduli dengan pentingnya hemat energi,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana kepada media saat dijumpai dalam kampanye Potong 10% di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin.

Lebih lanjut, Rida mengatakan, dengan mengurangi konsumsi energi 10% dari penggunaan sehari-hari, jumlah penghematan yang didapat bisa sangat berguna untuk memasok ketersediaan listrik di daerah-daerah lain yang terpencil dan rasio elektrifikasinya belum 100%.

“Kenapa 10%? Sebab, angka tersebut adalah jumlah yang bisa dihemat tanpa harus mengeluarkan investasi yang mahal. Investasi yang dimaksud, misalnya membeli barang-barang yang hemat energi, dan sebagainya,” terangnya.

Ia memaparkan, berdasarkan data PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2015, total konsumi energi di tiga kota tersebut, ialah 12.080,94 GWh atau sekitar 12,1 terra watt hour (TWh).

Apabila program ini berjalan optimal di seluruh kota besar di Indonesia, dapat menunda kebutuhan pembangunan pembangkit listrik sebesar 2 GW dengan nilai sekitar Rp18,4 triliun. (Arv/E-2)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...