Harmoni Keberagaman di Selasar Balai Kota

“KITA adalah harmoni. Harmoni yang indah dalam keberagaman yang disatukan dalam Pancasila.” Kalimat yang diucapkan oleh Pendeta Rospita Sinaga sore itu menjadi penutup yang sejuk kala menunggu waktu berbuka, di selasar Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin.

Masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan berkumpul untuk merayakan harmoni keberagaman yang terawat dengan baik selama ini. Semua yang hadir di sana berbaur tanpa memandang perbedaan dalam acara Ngabuburit Bersama Lintas Agama. Enam pemuka agama pun menyampaikan seruan perdamaian dalam harmoni keberagaman.

“Kita itu ialah harmoni karena perbedaaan itu indah dalam kebera­gaman. Kita direkatkan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itulah harmoni dan harus kita jaga,” tambah Rospita yang juga pengasuh Pondok Cerdas Katalonia itu lagi.

Tokoh Islam yang hadir, Gus Nuril Arifin, juga menegaskan Pancasila sebagai sebuah ideologi yang merangkum semua keberagaman Tanah Air. Pemimpin negeri ini, lanjutnya, harus melindungi privasi dan kemerdekaan semua warganya.

“Pancasila sudah final sebagai landasan bangsa ini dan pemimpin dengan agama apa pun harus melindungi segenap hak privasi rakyatnya, yang memiliki hak dan mengaplikasikan keyakinan sesuai dengan agama dan keyakinan mereka,” tegasnya

Koordinator acara, Jeanette Widodo, mengungkapkan aca­ra ngabuburit bersama sebagai wujud kecintaan terhadap Pancasila. Dengan landasan itu masyarakat menjalin kesatuan menciptakan kedamai­an. “Dalam bulan Ramadan, kami merangkul semua masyarakat untuk merayakan kebera­gaman sekaligus berbuka bersama.”

Acara yang dibuka dengan lagu Indonesia Raya diiringi biola akustik dan tarian Sirih Kuning itu diharapkan bisa menebalkan sikap persatuan. “Semua berbaur saling kenal dan berbuka puasa bersama. Ini kelanjutan acara dari seribu burung perdamaian origami lalu,” tukasnya.

Di sisi lain, dari Pondok Pesantresn Miftahul Huda, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan muamalah sehari-hari harus terus menjaga persaudaraan. “Baik sesama saudara, sesama muslim dalam ukhuwah islamiah dan saudara sebangsa dan setanah air dalam bingkai wathoniyah,” ucap Presiden. (Sru/Nur/X-7)
Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...