Guru SMK Dilatih di Prancis

DIREKTORAT Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengirim 100 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) terpilih ke Prancis untuk menempuh pendidikan dan pelatihan. Untuk tahap awal, Kemendikbud memberangkatkan 18 guru. “Kami berharap guru SMK kita mendapat pengalaman belajar signifikan di Prancis dan dapat menularkan secara positif hasil pelatihan yang dijalani nanti guna mencetak mutu lulusan siswa SMK yang kompeten dan terampil,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy di sela pelepasan 18 guru SMK tersebut di Jakarta, Rabu (19/4).

Muhadjir menjelaskan langkah meningkatkan kualitas guru SMK itu sebagai bentuk komitmen pemerintah menerapkan Instruksi Presiden (Inpres) No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Dalam hal ini Kemendikbud bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional, Pendidikan Tinggi, dan Penelitian Prancis, dengan melaksanakan pelatihan bagi 100 guru SMK dan widyaiswara Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) di Prancis. Ke-18 guru SMK yang diberangkatkan pada tahap pertama akan menjalani pelatihan pada tiga bidang keahlian, yaitu energi terbarukan, aeronautika (pesawat udara), dan pariwisata.

Wajib tulis modul
Pada kesempatan sama, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata, menjelaskan ke-18 guru itu dijadwalkan berangkat ke Prancis pada 22 April. Adapun pelatihan akan dimulai pada 24 April hingga 17 Juni 2017. Sebelum diberangkatkan, peserta mengikuti kegiatan pembekalan. Pembekalan tersebut dimaksudkan agar peserta memahami program pelatihan dan tugas-tugas yang harus dikerjakan selama pelatihan. Mereka juga dibekali dengan kemampuan berbahasa Prancis sehari-hari, pengetahuan budaya, dan sistem pendidikan di negara tersebut.

“Anda adalah duta bangsa yang belajar di negara maju. Maka, ambillah sebanyak-banyaknya ilmu dan wawasan yang bermanfaat di sana,” pesan Sumarna kepada 18 guru yang akan diberangkatkan. Ia mengingatkan, selama pelatih-an setiap guru wajib menulis modul pembelajaran yang nantinya akan digunakan untuk proses pembelajaran di Tanah Air. Kepala Atase Pendidikan Prancis di Jakarta, Emilienne Baneth, menjelaskan 6 guru SMK Indonesia itu akan dilatih dalam bidang keahlian energi terbarukan di Kota Fecamp, 6 orang lainnya di bidang keahlian aeronautika di Kota Toulouse, dan 6 guru lainnya menjalani pelatihan bidang keahlian pariwisata di Kota Nice.

Salah seorang guru, Hadi Darianto dari SMKN 12 Bandung, Jawa Barat, mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan pelatihan pendidikan di bidang aeronautika di Prancis. “Saya akan berusaha maksimal menggali ilmu di Prancis untuk dapat saya kembangkan di sekolah agar siswa kami lebih menguasai kemajuan teknologi pesawat,” kata Hadi. Guru lainnya, Hartini dari SMKN 9 Padang, Sumatra Barat, juga mengungkapkan hal senada. “Saya akan memanfaatkan pe-latihan untuk ditularkan kepada siswa agar mereka lebih berkompeten pada bidangnya.” (H-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...