Gianyar Terpilih Menjadi Kota Pusaka Dunia

KABUPATEN Gianyar, Bali terpilih menjadi anggota Organisasi Kota Pusaka Dunia atau Organization of World Heritage Cities (OWHC). Keputusan ini menambah panjang kota di Indonesia yang sudah masuk OWHC lebih dulu, Surakarta dan Denpasar.

Ketua Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Catrini Pratihari Kubontubuh mengemukakan untuk menjadi OWHC, Gianyar harus melalui rangkaian seleksi yang ketat.

”Penghargaan tersebut menjadikan Gianyar kini menjadi kota yang sejajar dengan 280 kota pusaka lain di dunia, yang memiliki keunikan budaya sangat tinggi. Gianyar memiliki sejarah panjang sebagai akar budaya Bali,” ungkap Catrini Pratihari di kantor Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (13/4).

Di awal Februari lalu, Gianyar mengutus Ketua Dewan Pimpinan BPPI untuk melakukan proses pengajuan Gianyar sebagai anggota OWHC. Pada 12 April OWHC mengumumkan Gianyar berhasil masuk menjadi anggota.

Sejak 246 tahun lalu tepatnya 19 April 1771 nama Gianyar dipilih menjadi nama sebuah keraton Puri Anyar oleh Dewa Manggis Sakti. Sejak itu sebuah kerajaan yang berdaulat dan otonom telah lahir serta ikut pentas dalam percaturan kerajaan-kerajaan di Bali.

Dikatakan Catrini, Gianyar hingga kini menjadi salah satu kabupaten yang berhasil menjaga kelestarian budaya Bali. Seperti budaya Subak, wayang, keris, pelestarian lebih dari 2.700 pura dan lainnya.

Kendati 98% penduduknya beragama Hindu, Gianyar terbuka bagi penduduk beragama lain membaur dalam keberagaman dan kebhinekaan di wilayah tersebut.

Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata mengakui untuk melestarikan budaya di wilayahnya tidak mudah. Tantangan terberat adalah godaan uang yang dibawa orang asing untuk membeli lahan atau tanah warga setempat. Lahan-lahan yang semula berdiri warisan budaya, dirobohkan untuk disulap menjadi bangunan modern.

”Daya tarik Bali sangat kuat, godaan yang dihadapi warga Bali juga kuat. Dan kini banyak tanah Bali yang berganti kepemilikan baik asing maupun lokal,” cetusnya.

Sedangkan dalam soal kebhinekaan, pihaknya amat menjaga hal tersebut. ”Dalam acara doa bersama semua agama ikut berdoa bersama di Gianyar,” ujarnya .

Dalam kesempatan itu Dewan Pembina BPPI Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi terpilihnya Gianyar menjadi anggota OWHC. Menurutnya tidak mudah mencari kepala daerah yang memiliki kepedulian tinggi pada budaya daerah.

”Saya berharap terpilihnya Gianyar sebagai anggota OWHC mendapat dukungan seluruh penduduknya sehingga upaya pelestarian budaya menjadi lebih optimal. Jangan sampai godaan uang mengalahkannya,” kata Hashim.

Menurut Hashim merenovasi dan melestarikan benda budaya juga akan mendatangkan nilai ekonomi bagi penduduk suatu wilayah. Sehingga masyarakat diharapkan tidak mudah melepaskan hak lahannya untuk mendukung munculnya bangunan modern.

”Kita lihat masyarakat Nepal, mereka jauh lebih miskin dari Indonesia. Tapi mereka sanggup menjaga kelestarian budaya lokalnya,” ujarnya. Ia juga menyayangkan adanya upaya upaya yang merusak situs cagar budaya.

Perwakilan Direktorat Cagar Budaya Ditjen Kebudayaan Ninis turut mengapresiasi terpilihnya Gianyar. Pihaknya berharap kota kota lainnya akan bermunculan meraih penghargaan kota pusaka dunia. (OL-4)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...