Gaya Hidup Pengaruhi Kesehatan Jantung

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia menyumbang 72% dari seluruh kematian di Indonesia. Dari jumlah itu, 37% di antaranya akibat penyakit yang menyangkut kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Kardiologis dari Rumah Sakit Siloam Tangerang, Antonia Anna Lukito, mengungkapkan hingga saat ini penyebab utama seseorang mengidap penyakit jantung koroner belum ditemukan. Dokter dan peneliti hanya bisa menyimpulkan sejumlah faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit itu.

Faktor risiko tersebut ialah usia, kencing manis, kolesterol, riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, kegemukan, dan kebiasaan merokok. Hal itu, jika disimpulkan, menurut Anna, berkaitan dengan gaya hidup.

Studi terbaru juga menunjukkan gaya hidup tidak sehat yang banyak dianut anak muda saat ini membuat prevalensi usia pengidap penyakit jantung koroner semakin rendah. “Kesadaran terhadap penyakit jantung koroner di masyarakat sangat rendah, padahal jumlah kasus ini dan kematian akibat serangan jantung terus meningkat setiap tahunnya,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Kesehatan Jantung Wanita itu di acara media briefieng Royal Philips di Jakarta, kemarin.

Penyakit jantung koroner penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia yang disebabkan tersumbatnya pembuluh darah koroner karena keretakan plak pada saluran utama pembawa darah dan oksigen ke jantung.

Timbulnya plak akibat faktor risiko. Kondisi tersebut membuat terjadinya pembekuan atau penggumpalan pada saluran pembuluh darah koroner yang mengakibatkan otot jantung tak bisa bekerja.

Jika serangan jantung terjadi, waktu ‘emas’ (golden period) penyelamatannya sangatlah bergantung pada kesigapan orang sekitar dan penderita. Salah satu upaya penyelamatan ialah operasi bedah by pass jantung atau pemasangan ring (stent) pada pembuluh darah. Namun, kedua cara tersebut memiliki dampak negatif bagi penderita.

Ubah gaya hidup
Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Zamhir Setiawan mengatakan penyakit tidak menular sebagian besar disebabkan gaya hidup tidak sehat. Itu juga berkaitan dengan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang kebanyakan tidak tahu dan abai menyumbang meningkatkan penderita.

Studi yang dilakukan Kemenkes menyebutkan penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskular menjadi penyebab utama dari kematian akibat penyakit tidak menular. “Perbandingannya, setidaknya 1 dari 3 kematian di Indonesia diakibatkan penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

Menurut Zamhir, untuk menjaga kesehatan jantung disarankan menjalankan gaya hidup sehat. Melakukan pengecekan kondisi kesehatan secara berkala juga dapat menjadi salah satu sarana pencegahan yang efektif karena dapat mendeteksi sejumlah faktor risiko.

Untuk menggalakkan perubahan gaya hidup sehat, Kemenkes pun meluncurkan kampanye CERDIK yang merupakan singkatan dari ‘cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres akibat rutinitas sehari-hari’.

“Bersamaan dengan itu juga, kami memperkenalkan 3M dalam menjalankan kampanye CERDIK tersebut, yaitu mulai dari sekarang, mulai dari hal kecil seperti timbang berat badan, dan M yang terakhir ialah mulai dari diri sendiri,” tandas Zamhir. (S-1)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...