Festival Among Lombok, Lebih Baik Menanam Ketimbang Membeli

YOGYAKARTA, Berbeda dengan hari biasanya, Senin (24/4/2017), warga Miliran, Kota Yogyakarta berbondong-bondong berkumpul untuk mengikuti Festival dengan tema “Among Lombok”.

Festival yang baru kali pertama digelar di Yogyakarta ini untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dan masyarakat tentang lebih baik menanam daripada membeli.

“Acara ini untuk memperingati Hari Bumi. Kita ambil temanya Festival Among Lombok,” ujar Dodo Putra Bangsa, koordinator Festival “Among Lombok” saat ditemui, Senin (24/4/2017).

Sejak pagi, warga Miliran, tua muda dan bahkan orang tua mulai berkumpul di depan rumah Pak Sudar.

Dengan antusias warga mengikuti acara Festival Among Lombok yang dimulai dengan workshop mengenai bagaimana menanam benih cabai dan memindahkannya. Hadir sebagai pembicara dari Walhi Yogyakarta.

“Tadi dimulai dengan workshop dari Walhi mengenai menanam. Setelah itu warga memindahkannya ke rumah masing-masing,” ucapnya.

Menurut Dodo, tujuan utama Festival Among Lombok ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya anak-anak agar gemar menanam dan mencintai alam. Sebab anak-anak saat ini jauh dari budaya menanam dan bahkan tidak mengetahui bagaimana cara menanam.

“Yang ada sekolah, pintar, kerja, punya uang dan bisa membeli apa pun. Bahwa kita harus menanam, harus menyayangi bumi itu tidak ada, nah menyelamatkan generasi ini penting karena 10 tahun ke depan mereka sudah menjadi pemuda,” katanya.

Selain itu, penting untuk memberikan pemahaman lebih baik menanam dari pada membeli. Setidaknya dengan menanam, masyarakat mampu memenuhi kebutuhannya sendiri meski memang tidak semuanya.

Inspirasi ini didapat saat harga cabai melonjak tinggi, ada warga yang sudah menanam. Mereka dapat memenuhi kebutuhan sendiri.

“Jadi tagline-nya menanam bukan membeli. Tapi saya tidak mau menyebut pertanian lahan sempit, tetapi ketika warga berdaya dan di RT sini menanam cabai semua. Artinya secara ekonomi akan mengurangi pengeluaran dan mereka lalu akan mengembangkan sendiri ke tanaman lain,” katanya.

Dodo menjelaskan, setelah mengikuti workshop, warga lantas membawa bibit tersebut ke rumah untuk ditanam. Nantinya perawatan dan pertumbuhan cabai akan dinilai dan pemenangnya akan ditentukan saat hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...