Fasbir Sobran Jamila (Maka Bersabarlah Engkau Dengan Sabar Yang Benar)

Oleh Marsma TNI (Purn) H. Juwono Kolbioen, Ketua DPP Partai REPUBLIK

Fasbir Sobran Jamila (Maka Bersabarlah Engkau Dengan Sabar Yang Benar)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.  Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun”.
(Al-Baqoroh:155-156).

Disebutkan. dalam Al-Quran kata SABAR sebanyak 90 (sembilan puluh) kali. Diantaranya mengandung pujian Alloh terhadap para hambahambanya yang sabar, menerangkan pahala orang-orang yang sabar atau menerangkan nilai yang diraih oleh orang-orang yang sabar dan bahkan menggambarkan kecintaan Alloh kepada orang-orang yang sabar.
Fasbir Sobran Jamila. “Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu mustahil. Sedangkan Kami memandangnya mungkin terjadi”.
(Al-Maarij:5-7)
Fasbir Sobran Jamila, sebuah nasehat suci dari Alloh SWT kepada  Rosululloh Muhammad SAW, ketika para kafir quraisy enggan menerima seruannya ke jalan yang benar. Siksaan dan ejekan tak luput selalu diarunginya.  Ditafsirkan ayat tersebut oleh DR Aid Al-Qorni, seorang penulis dan sastrawan muslim asal Saudi Arabia, sebagai berikut:

“Wahai Muhammad, jika kebatilan menyerangmu, kejahatan menentangmu, Fasbir Sobran Jamila (maka bersabarlah dengan sabar yang benar)”.
Jika hartamu sedikit, dan kesedihanpun menimpamu, Fasbir Sobran Jamila (maka bersabarlah dengan sabar yang benar).
Jika para sahabatmu terbunuh dalam peperangan dan para pengikutmu berkurang, Fasbir Sobran Jamila (maka bersabarlah dengan sabar yang benar).
Jika semakin banyak orang yang memusuhimu padahal kamu menyeru kebaikan dan para pembangkang mengelilingimu, Fasbir Sobran Jamila (maka bersabarlah dengan sabar yang benar).
Jika mereka menjebakmu dan mengancammu, Fasbir Sobran Jamila (maka bersabarlah dengan sabar yang benar).
Jika anakmu, istrimu dan kerabatmu meninggal dunia, Fasbir Sobran Jamila (maka bersabarlah dengan sabar yang benar).

Fasbir Sobran Jamila, seruan indah kepada semua manusia yang tak luput dari dinamika dan problematika sosial, di rumah, di kampus, di tempat kerja dan di tempat-tempat umum lainnya. Siapapun manusianya, dia pasti memiliki egoisme dan amarah, namun
keaktifan dua sifat tersebut bergantung kepada manusianya. Tidak ada manusia yang tidak butuh terhadap sabar. Kesabaran adalah sebuah keniscayaan bagi mnusia. Dan tuntutannya, bagaimana manusia bisa mengasah kesabarannya? Inilah sarana Alloh SWT dan Rosul-Nya dalam mendidik kita agar mampu mengendalikan sifat
egoisme dan amarah dengan untaian mutiara Fasbir Sobran Jamila.
Rosululloh SAW, dimusuhi oleh Abu Lahab pamannya sebelum orang lain memusuhinya. Buah hatinya meninggal di pangkuannya saat berusia 2 tahun, air matanya pun menetes membasahi pipi sang buah hati. Segera beliau memandikannya dan menguburkannya.  Sepulangnya dari pemakaman ia pun tersenyum. Fasbir Sobran
Jamila.
Rosululloh SAW, di usir dari tanah kelahirannya saat istri kesayangannya dan pamannya Abu Tholib yang selalu membelanya pulang ke rahmatulloh.
Penduduk di kampungya bersekongkol memilih para pemuda tangguh dari setiap qabilah (suku), dan mereka mengelilingi rumahnya di kegelapan malam untuk membunuhnya. Dengan perlindungan Alloh, Rasul pun meninggalkan kampung halamannya. Fasbir Sobran Jamila.
Rosululloh SAW, bersama Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur saat hijrah ke Madinah, sedangkan kaki-kaki kaum kafir saat itu nampak berpijak di depan gua. Dengan rasa takut Abu Bakar berkata “Wahai, Rosululloh jika salah seorang diantara mereka menundukkan  kepalanya ke arah gua, maka akan melihat kita” dengan senyum

Rosul menjawab “Wahai Abu Bakar, jika dua orang berkumpul maka Allohlah yang ketiga”.
“Wa la tahzan innalloha maana” (Dan jangan bersedih sungguh Alloh bersama kita). (At-Taubah:40)

Fasbir Sobran Jamila.
“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.
(Al-Kahfi:28)

Fasbir Sobran Jamila, nasehat suci yang juga ditujukan untuk melakukan perbuatan suci, beribadah. Rosululloh meletakkan batu untuk pengganjal perutnya disaat perutnya kempis tanda lapar. Dan bersabar untuk berpuasa menahan lapar di saat tak tersedia
makanan di pagi harinya. Bersabar menahan kantuk untuk melaksanakan sholat malam. Bersabar menahan luka pada tumitnya akibat lamanya ia berdiri dalam sholat malam. Bersabar untuk menghadap Alloh dengan membaca surat Al-Baqoroh yang begitu panjang saat sholat dalam kesendiriannya. Bersabar menahan sakit demi mendapatkan sholat jamaah bersama para sahabatnya. Bersabar untuk tidak makan demi menghormati dan memuliakan tamunya. Masya Alloh adakah orang yang semulia ini. Sungguh pantas engkau wahai Rosululloh untuk menjadi suri tauladan bagi kami.

Rosululloh SAW, tanah menjadi lantai rumahnya, atapnya setinggi uluran tangannya. Dan jika berbaring tidur, kaki dan kepalanya  menyentuh dinding rumahnya.
Ditawarkan Jibril agar Allah merubah gunung batu menjadi gunung emas untuknya, beliaupun menolaknya.  Kemampuan Rosululloh SAW memahami hakikat sabar dan
merenungi ayat Fasbir Sobran Jamila membuat ia begitu tahan banting terhadap berbagai halangan dan rintangan.
Akhirnya, selepas membaca nasehat ini, semoga kita juga mampu bersabar dalam menghadapi semua problematika kehidupan yang fana ini dan sabar dalam menyiapkan bekal untuk di akhirat kelak.
Sabar dalam menjalani sholat dan tidak tergesa-gesa.  Sabar untuk duduk bersimpuh beberapa menit setelah sholat, mengadu dan mengulurkan tangan kepada Allah, tanda meminta dan memohon. Dan juga sabar untuk selalu mengulurkan tangan kepada orang
yang membutuhkan, tanda peduli dan memberi. Agar kita termasuk orang-orang yang dicintai Alloh. Amiin.

Percayalah, sungguh waktu akan membisikkan hikmahnya.
Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Upaya Bangsa Indonesia untuk menegakkan kedaulatan di udara yang masih memerlukan perjuangan secara terus menerus

Deklarasi Djuanda 1957 Dimulai dengan Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh ...