Embung Direklamasi, Panen pun Berlimpah

BEBERAPA lonjoran pipa diusung oleh Taselan, 64, untuk dipindahkan ke bagian petak sawah miliknya yang terletak di Dusun Pompongan, Desa Semampir, Kecamatan Merak Urak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (20/4). Selanjutnya, lonjoran pipa disambung kembali untuk mengalirkan air ke petak lainnya.

Sementara itu, istrinya bersama sejumlah perempuan yang lain tengah menanam benih di petak-petak yang sudah tergenang. Dengan muka cerah, Taselan mendatangi Media Indonesia yang sedang berkunjung ke tempat ia bekerja.

“Dulu satu tahun hanya bisa tanam padi satu kali. Sekarang dalam setahun bisa tanam tiga kali. Karena air melimpah dari embung lahan reklamasi bekas tambang pabrik semen (Semen Gresik pabrik Tuban),” kata Taselan membuka perbincangan.

Dahulu lahan miliknya merupakan sawah tadah hujan dan hanya bisa ditanami padi pada musim penghujan. Dengan masa tanam sekitar 110 hari, selanjutnya hanya tersisa sekali untuk ditanami palawija berupa jagung. Namun, untuk menanam jagung, Taselan harus bekerja keras mengangkut air dari waduk yang masih tersisa sedikit air ke lahannya. Jarak yang harus ditempuh dengan memikul air juga cukup lumayan sekitar 1,5 kilometer (km).

“Itu cerita 15 tahun lalu karena air dari musim hujan yang tersisa hanya cukup untuk tanam dan pemeliharaan, terpaksa harus mengangkutnya dari waduk kecil yang jauh. Tapi sekarang sudah tidak lagi, tinggal menyambung pipa-pipa, air ditarik dari embung dan langsung mengalir,” tutur Taselan.

Saat ini tingkat produktivitas padi sangat tinggi. Bahkan produktivitasnya di atas rata-rata produktivitas padi nasional sebesar 6 ton per hektare (ha), yakni antara 10 ton hingga 11 ton per ha.

“Ukuran patok sawah saya tergolong besar seluas 400 are (4.000 meter persegi). Panenan terakhir kemarin dapat 4,5 ton lebih. Hampir lima ton. Karena airnya cukup dan kebutuhannya bisa saya sesuaikan sendiri,” imbuhnya.

M Sholeh, 62, petani lainnya muncul ikut nimbrung dengan kami. Hasil panen di dua petak lahan miliknya berukuran 300 are dan 250 are menghasilkan panen padi sekitar 6 ton.

“Total hasil panen untuk dua lahan saya sekitar 6 ton. Saya dapat uang hasil penjualan panen Rp18 juta lebih, sedangkan modal yang saya keluarkan sekitar Rp7 juta,” terangnya.

Gambaran kebahagian petani itu didapat sejak embung di lokasi reklamasi bekas tambang Semen Gresik (SG) Pabrik Tuban, airnya bisa disalurkan ke lahan pertanian di sekitarnya. Petani cukup menambah modal membeli pipa-pipa air yang bisa dibongkar pasang dan dipasang berpindah-pindah di lahannya. Produktivitas padi di lahan pertanian sekitar embung cukup tinggi sekitar 10 ton hingga 11 ton per ha. Abdus Syukur/N-3

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...