“DESA MENGEPUNG KOTA” hasil konsolidasi PARTAI REPUBLIK di Sulawesi Tengah

Merupakan tindak lanjut dari konsolidasi kami selama ini dari sejumlah pemaparan yang di sampaikan oleh Waketum (Hamdan Harahap) & Wasekjen (Warsono) selain pemberian materi kaderisasi partai bagi sejumlah kader hasil lain yang di dapatkan dari pertemuan tersebut mengerucut pada 6 hal yang kami di Sulteng menyebutnya degan sebutan 6 pilar:

1. Program Koperasi republik
2. Program kur bri
3. Program media
4. Program umroh (islam) & ziara rohani jerusalem israel (kristiani)
5. Peremajaan tanaman pertanian seperti kako (sejenisnya)
6. Penguatan sumberdaya manusia melalui pelatihan bekerja sama dgn pemerintah ( semacam pelatihan BUMDES)
Ke enam pilar tersebut akan menjadi sarana kami dalam memperkuat basis di tingkatan kecamatan sebagai lumbung suara partai.
Sehingga hbg partai & masyarakat akan semakin erat sehingga tak ada batasan sebab sistem control ekonomi kerakyatannya ada ditangan kita, olehnya masyarakat yg tergabung dalam 6 pilar tesebut dengan sendirinya akan mengampanyekan PARTAI ini.

Baik di ladang perkebunan maupun saat mereka lagi kumpul d rumah kerabat dll. Atau mereka sdh mjd bagian dari partai..Sehingga target faktual tercapai, angka-angka pun sdh kami hitung dgn asumsi perdapil kita mampu mengantar kader partai duduk d parlemen, dgn akumulasi angka-angka jumlah suara d setiap DPD maka di pastikan 1 kursi DPR-RI milik Partai republik. REPUBLIK jaya- republik berkuasa
Hal itu sdh kami lakukan dan terbukti jitu, ketiga kami bertarung dlm pilkada donggala 2013. Bermodalkan pupuk bio kompleks yang kami produksi dI sulteng mjd sarana agitasi massa tentunya melalui kelompok tani, degan sendirinya kami mampu mengarahkan petani secara politisi sebab keinginan mereka dapat terpenuhi, apa itu ya hasil pertaniannya meningkat, pendapatan mereka meningkat (sejaterah), apa yg kami dapatkan dari situ, petani meminta pupuk lagi maka sistem bisnis tersebut berjalan degan sendirinya, namun reproduksi tidak berjalan lagi karna kami tertimpa musibah, al hasil kami bisa menambah ke pertanian kab. Donggala dan kab. Sigi terimakasih HOLLAND.

Sulawesi Tengan 3 April 2017

WARSONO
Wakil Sekertaris Jenderal.

One comment

  1. yaaaa memang desa itu mengepung kota secara peta teritorial geografis. kalo kota mengepung desa, itu namanya bukan desa lagi tapi taman budaya. hihihihihi alias semua tempat sudah hilang habis menjadi hutan beton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mencari Keadilan, Partai Republik Sambangi Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, REPUBLIK – Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Republik menyambangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) ...