Dengan Wedang Secang, Sri Berdayakan Ibu-ibu di Desa

KENDAL, Sri Lestari (42), tampak sibuk mengumpulkan beberapa bahan wedang kayu secang. Ada kayu secang, kayu manis, sere, daun jeruk, cengkih, dan lainnya.

Setelah terkumpul, ibu beranak dua yang tinggal di Desa Galih, Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Jawa Tengah ini, memblendernya hingga menjadi bubuk.

“Semuanya ada 15 jenis. Bahannya semua berasal dari Kendal,” kata Sri Lestari, Minggu (16/4/2017).

Ibu berjilbab yang ramah senyum tersebut, mengaku sudah biasa meracik bahan untuk wedang kayu secang. Sejak tahun 2010, Sri mulai membuka usaha wedang kayu secang. Awal mulanya, hanya dijual untuk kalangan terbatas.

“Nenek moyang saya, kalau buat minuman ya, seperti ini,” ujarnya.

Menurut dia, minuman wedang kayu secang mempunyai banyak manfaat. Di antaranya, bisa mengatasi perut kembung, mengatasi masuk angin, mengatasi gangguan pembuluh darah, koroner yang menyempit hingga meningkatkan stamina.

Sri membanderol satu bungkus serbuk wedang secang siap seduh, hanya Rp 10.000.  Satu bungkus bisa untuk membuat wedang kayu secang sebanyak 6 gelas.

“Kalau disimpan, bisa tahan sampai 1 tahun,“ sebutnya.

Inspirasi ibu-ibu

Wedang kayu secang, milik Sri Lestari, yang diberi nama, Anget Seger, kini mulai dikenal banyak orang. Istri Kepala Fesa Galih itu pun, kemudian menularkan ilmunya kepada beberapa ibu rumah tangga yang tinggal di sekitarnya.

“Sekarang sudah ada 20 ibu sini, yang juga membuat bahan wedang kayu secang,” katanya.

Untuk menghindari persaingan yang tidak sehat, kemudian ibu-ibu itu, membuat kelompok usaha rumah tangga wedang kayu secang dengan Ketua Sri Lestari.

“Adanya kelompok ini, malah menguntungkan. Kalau ada pemesan, kita tinggal mengontak teman-teman dan membagi tugas,” ujarnya.

Ibu yang ingin memberdayakan wanita di kampungnya ini, menyebutkan saat ini setidaknya sudah memproduksi 5 kg serbuk wedang kayu secang, per harinya. Satu kilo serbuk dibuat menjadi 1 bungkus.

“5 kilo itu, bahannya hanya kami beli dengan harga Rp 100.000,” terangnya.

Lestari mengaku, sering mendapat pesanan dari rumah makan-rumah makan. Ada rumah makan, yang setiap 1 bulan sekali, minta dikirim 15 kilodram serbuk wedang kayu manis.

“Alhamdulillah, sudah lancar. Tapi kami ingin, satu kampung ini, ibu-ibunya bisa ikut buat serbuk wedang kayu secang. Biar tidak termakan isu negatif, “ ucapnya.

Bupati Kendal  Mirna Anissa mengaku sangat mendukung sekali apa yang dilakukan oleh Sri Lestari. Ia berharap, apa yang dilakukan oleh Lestari, bisa diikuti oleh ibu-ibu lain.

“Saya sudah memberi penghargaan Bupati award, pads tutup tahun 2016 kemarin. Semoga bisa jadi motivasi Untuk ibu Lestari dan ibu-ibu lain,” kata Mirna.

Dia menambahkan,akan berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk bisa membantu meningkatkan produksi wedang kayu secang di Desa Galih. Setidaknya, untuk ikut dipamerkan di setiap ada acara.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...