Cerita Beras Merah Warga Sungkung dan Sepucuk Surat untuk Presiden Jokowi

BENGKAYANG – Tak ada yang menyangka video dan foto siswa-siswa SD Negeri 04 Sungkung mendadak viral dan menarik perhatian Presiden Joko Widodo.

SD Negeri 04 berada di Desa Sungkung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Lokasinya di perbatasan dengan Malaysia, tak tersentuh infrastruktur jalan memadai, membuat warga di sana sulit mendapat pakaian seragam untuk anak-anak mereka bersekolah.

Kepala Desa Sungkung I, Deo Rajiman, bercerita datangnya bantuan perlengkapan sekolah dari Presiden Jokowi tak lepas dari peran seorang guru SMAN 1 Siding.

Menurut Deo, guru tersebut mengikuti program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) yang difasilitasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Saat mereka mengajar kemungkinan besar pada waktu istirahat mengambil waktu berkunjung ke SDN 04 Sungkung,” cerita Deo kepada Tribun Pontianak, Senin (10/4/2017).

Kepala Desa Sungkung I, Deo Rajiman, mendampingi tim Pengantar Bantuan Presiden RI Joko Widodo untuk siswa SDN 04 Sungkung, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Senin (10/4/2017). TRIBUN PONTIANAK/TITO RAMADHANI

SMAN 1 Siding hanya berjarak sekitar 100 meter dari SDN 04 Sungkung dan posisinya berada di persimpangan jalan setapak menuju perkampungan lainnya, seperti Dusun Senebeh.

“Guru ini melihat di SDN 04 Sungkung menemukan anak-anak berpakaian kumuhlah, kurang layak dan mereka juga menggunakan tas dari kantong plastik kresek,” Deo menggambarkan kondisi siswa SDN 04 Sungkung.

Sebagai warga Sungkung, Deo merasa bangga dan terharu begitu perhatian Presiden Jokowi mengirimkan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Sungkung.

Sungkung tertinggal dan terisolir di antara desa yang berada di perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Berkat foto dan video tersebut Pemerintah Pusat turun tangan langsung.

“Kami sangat bangga dan terharu sekali karena baru kali ini presiden bisa memperhatikan daerah terpencil seperti ini. Beliau adalah presiden yang merakyat, tidak pandang bulu. Beliau melihat bahwa kondisi di sini sangat-sangat memprihatinkan, maka beliau mengambil tindakan,” kata Deo.

Beras Merah Warga

Tak mau kalah dari Presiden Jokowi, Deo menitipkan empat kilogram beras merah hasil pertanian warga Sungkung kepada tim Sekretariat Presiden.

Beras tersebut, kata Deo, sebagai bentuk ungkapan penghargaan warganya atas kepedulian Presiden Jokowi terhadap anak-anak di Sungkung untuk tetap semangat bersekolah di tengah keterbatasan.

“Kami berharap mohon Bapak Presiden jangan melihat nilai dari barang yang kami berikan, tetapi melihat dari keikhlasan hati kami, mengucap syukur kepada Bapak Presiden, kami bersyukur karena bapak bisa membantu anak-anak kami, pendidikan kami yang berada di daerah perbatasan ini,” kata Deo.

Kotak berisi empat kilogram beras merah dan selembar surat bertuliskan tangan yang dikirimkan Kepala Desa Sungkung I, Deo Rajiman, untuk Presiden RI Joko Widodo, Senin (10/4/2017). Surat dan beras ini sebagai ungkapan terima kasih warga Desa Sungkung atas bantuan perlengkapan sekolah dari Presiden Jokowi untuk anak-anak tetap semangat bersekolah. TRIBUN PONTIANAK/TITO RAMADHANI

Tak hanya titipan beras merah Deo menuliskan sepucuk surat untuk Presiden Jokowi.

Kepada Yth Bapak Presiden RI Ir Joko Widodo

Dengan Hormat.

Bantuan yang Bapak kirimkan telah kami terima. Kami merasa terharu dan bangga dengan perhatian Bapak Presiden. Anak-anak kami saat ini tersenyum bahagia menerima bantuan Bapak.

Sebagai bentuk ucapan terima kasih kami, kami kirimkan beras merah asli dari hasil pertanian masyarakat Sungkung. Ini tidak seberapa dibandingkan dengan bantuan yang bapak berikan kepada anak-anak. Mohonlah kiranya jalan akses kami segera dibangun dari Jalan Paralel-Kapot menuju Sungkung.

Kami yang terpencil dan terisolir, Sungkung 11 April 2017.

Kepala Desa Sungkung

Deo Rajiman

Sekadar informasi, Desa Sungkung I dihuni sebanyak 560 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 1.898 jiwa.

Pendidikan tertinggi Strata 1 hanya sekitar 6 orang, lulusan SMA 38 orang, kemudian lulusan SMP sekitar 70 orang. Selebihnya warga di Sungkung hanya lulusan SD.

Mereka yang bersekolah di SDN 04 Sungkung kebanyakan anak-anak dari Desa Sungkung I, kendati letak sekolahnya berada di Desa Sungkung II.

Anak-anak Desa Sungkung I bersekolah di SDN 04 Sungkung karena jaraknya lebih dekat dari pemukiman warga Dusun Akit di Desa Sungkung I.

Sumber Tribunnews

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...