Bertemu Presiden Jokowi, Mubaligh Indonesia Sampaikan Program 1 Juta Mubaligh Bela Negara

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Dewan Pengurus Pusat (DPP) Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia di Istana Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.

K‎etua Majelis Syuro Nasional Mubaligh Se-Idonesia, KH Mahrus Amin‎ mengatakan, pihaknya telah membuat program yang akan memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada satu juta mubaligh agar memiliki pemahaman terhadap Bela Negara.

“‎Salah satu program unggulannya adalah mendiklat mubaligh, sejuta mubaligh untuk Bela Negara, Pak Presiden,” kata Mahrus di lokasi, Senin (17/4/2017).

Mahrus menjelaskan, alasan pihaknya mencetak satu juta mubaligh Bela Negara agar memberikan pemahaman kepada mubaligh bahwa empat pilar negara merupakan produk dari hukum Islam. Sehingga, mubaligh akan menyampaikan hal tersebut kepada umat.

“Tujuan kami para mubaligh ini sudah memiliki pemahaman terhadap empat pilar negara. Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Jadi bagi kami ini bukan hal yang aneh bahwa kami ingin menyampaikan UUD 45 dan Pancasila adalah produk hukum Islam. Tapi UUD 45 hampir sama bangunannya,” terangnya.

Ia menambahkan, DPP Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia ingin menata kualitas mubaligh yang memberikan ceramah kepada umat Islam Indonesia. Ia mengungkapkan, bahwa tujuan diklat satu juta mubaligh Bela Negara juga ingin membangun Indonesia lewat dakwah.

“Kami ingin menata kualitas dai dan mubaligh dan bukan karena belum baik, tapi belum merata. Karena kami ingin membangun bangsa dengan dakwa. Sebab dengan perkembangan sosial dan budaya, mubaligh itu harus berkembang cepat dengan melihat perkembangan sosial itu,” tandasnya.

Berikut nama-nama mubaligh yang bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka:

1. KH Mahrus Amin, Ketua Majelis Syuro Nasional

2. KH Anwar Sanusi, Wakil Ketua Majelis Syuro Nasional

3. KH Tatang M. Natsir Fathudin, Sekretaris Majelis Syuro Nasional

4. Dr TGB Muhammad Zainul Majdi, Anggota Majelis Syuro Nasional

5. KH Chaerani Idris, Anggota Majelis Syuro Nasional

6. KH Buchori Muslim, Anggota Majelis Syuro Nasional

7. KH Ridwan Ibrahim Lubis, Ketua Musytasar/Dewan Penasihat

8. Prof Dr. Dedy Ismatullah, Ketua Umum

9. KH Anwar Ratna Prawira, Wakil Ketua Umum

10. KH Iswadi Idris, Wakil Ketua Umum

11. TGH Fauzan Zakaria Amin, Wakil Ketua Umum

12. H. Sutrisno Lukito Disastro, Bendahara Umum

13. H. Abdurrahman Tardjo, Sekretaris Jenderal

14. Drs H. Tasyrifin Karim, Wakil Sekjen

15. Ririn Tjahyaningsih, Wakil Sekjen

16. H.U. Syamsudin MZ, Ketua Pusdiklat Mubaligh Indonesia

17. H. Indra Cahaya, Ketua Badan Hukum & Advokasi Masyarakat

18. H. Yanuar Amnur, Ketua Bidang Organisasi

19. Sitti Hikmawaty, Ketua Hubungan Antar Lembaga

20. H. Samsudin Dayan, Sekretaris Hubungan Antar Lembaga

21. Prof Dr Muhammad Najib, Ketua Bidang Umum

22. Prof Dr Bahrun, Ketua Bidang Khusus

23. Dra Hj Fatmawati, Wakil Ketua Bidang Kemanusiaan dan Bencana

24. Prof Dr Zainal Arifin, Bidang Pakar

26. Hj Nung Ibrahim, Ketua Pemberdayaan Potensi Muslimah

27. Drs H. Mamsudi Abdurrahman, Sekretaris Pusdiklat Mubaligh Indonesia

28. H. Shalehuddin A. Syukur, Anggota Pusdiklat M

Sumber Okezone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...