Bendungan Temef Bisa Atasi Banjir di Kabupaten Malaka

KUPANG, KompasProperti –  Bendungan Temef di Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), diyakini akan mengatasi persoalan banjir di Kabupaten Malaka yang letaknya berdekatan dengan TTS.

Anggota DPRD Provinsi NTT Jefry Un Banunaek mengatakan, saat ini Pemerintah Daerah (pemda) Kabupaten TTS harus segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi NTT.

Koordinasi yang dimaksudkan lanjut Jefry bersama-sama menyelesaikan pembebasan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan bendungan besar itu.

“Kami dapat informasi rencana pembangunan mulai dibangun pada akhir tahun 2017 ini. Kami minta harus ada koordinasi segera antara Pemda TTS dan Pemprov NTT,” kata Jefry kepada KompasProperti, Jumat (30/6/2017).

Manfaat bendungan Temef, lanjut Jefry, bisa untuk memenuhi kebutuhan air baku, menyuplai untuk kebutuhan usaha pertanian, peternakan dan menghasilkan listrik.

Bendungan Temef salah satunya yakni juga mengatasi persoalan banjir yang melanda Kabupaten Malaka yang artinya Pemprov juga pantas ambil bagian karena menyelesaikan persoalan lintas Kabupaten,” sebutnya.

Bendungan Temef yang berada di Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), akan menjadi bendungan terbesar di provinsi yang berbatasan dengan Negara Timor Leste dan Australia.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, dengan kapasitas yang besar itu nantinya Bendungan Temef mampu mengairi kawasan persawahan di dua kabupaten yakni TTS dan Kabupaten Malaka.

“Jika bendungan di Temef bisa dibangun akan menjadi bendungan terbesar di NTT dengan kapasitas tampung mencapai 80 juta kubik air,” jalas Lebu Raya.

Dia menambahkan, Bendungan Temef bisa menghasilkan listrik sekitar 500 MegaWatt, karena itu ia pun telah meminta Pemerintah Kabupaten TTS untuk mempersiapkan lahannya.

”Kami minta masyarakat siap mendukung dengan merelakan lahannya untuk dipakai pembangunan Bendungan Temef,” kata dia.

Untuk Provinsi NTT Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah menargetkan dapat membangun tujuh bendungan.

Dua dari tujuh bendungan yang akan dibangun tersebut berada di Pulau Flores yakni Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka dan Bendungan Lambo di Kabupaten Nagekeo.

Sementara lima bendungan lainnya berada di Pulau Timor, yaitu Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, dan Bendungan Kolhua di Kota Kupang.

“Pemerintah pusat terus memberikan dukungan untuk pembangunan bendungan di provinsi NTT yang sebagian besar bermata pencarian sebagai petani dan peternak. Karena itu kita minta kepada masyarakat untuk bisa menyediakan lahannya,” tutupnya.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...