Batam Harus Jadi Daerah Industri Lagi

Mantan Kepala Badan Otorita Batam, BJ Habibie, menilai wilayah Batam sudah tidak sesuai dengan peruntukan awalnya. Untuk mengembalikan kejayaan Batam seperti sebelumnya, Presiden ketiga RI itu meminta agar Barelang (Batam, Rempang, dan Galang) kembali ke visi dan tujuan awal sebagai wilayah khusus industri.

Menurut Habibie, awalnya penduduk hanya boleh datang ke Batam selama ada lapangan kerja dan punya keahlian. Wilayah itu memang tidak digunakan untuk permukiman. Permukiman hanya diadakan sebagai bagian dari infrastruktur pendukung dari kawasan industri di Batam. Namun, kata dia, saat ini Batam sudah seperti Jakarta yang banyak penduduknya sehingga sulit untuk ditertibkan.

“Yang perlu dilakukan ialah back to basic. Artinya, Saudara harus mengerti bahwa semua orang yang ada di Batam itu kita anggap profesional dalam bidangnya dan bekerja,” terang Habibie di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Jumat (28/4).

Habibie menginginkan Batam bisa kembali menjadi ujung tombak dari perkembangan Indonesia, yakni sebagai kawasan sentral industri, baik itu vendor items atau industri apa pun yang marketnya di Indonesia. Industri yang diharapkan ialah industri yang dapat membuat hard ware, soft ware, dan bahkan brain ware.

Untuk itu dirinya mengingatkan bahwa setiap SDM yang masuk ke Batam ialah SDM yang produktif, efisien, dan profesional. Karena itu, SDM yang masuk disesuaikan dengan lapangan kerja dan bukan sekadar mengambil tanah.

Dia menegaskan tanah merupakan aset yang penting bagi pengembangan Batam sehingga orang boleh menyewa lahan di wilayah ini untuk berinvestasi. Namun, diberikan waktu hingga sembilan bulan untuk mulai membangun atau ditarik kembali oleh badan otoritas untuk ditawarkan ke investor lainnya.

“Batam dibuat bukan untuk daerah spekulatif atau spekulan tanah, bukan begitu. Kita buat ini untuk lokasi investasi,” tegas Habibie.

Salah satu ide yang disampaikan oleh Habibie ialah dijadikannya Batam sebagai wilayah daerah istimewa ekonomi atau sebagai provinsi khusus ekonomi. Dalam desainnya nantinya akan dipimpin seorang gubernur yang ditunjuk langsung dengan diambil dari BP Batam.

“Kenapa dari BP Batam? Karena sumber daya manusia BP Batam ialah orang-orang profesional. Profesionalisme itu berkelanjutan hingga saat ini,” tegas Habibie yang berjanji membawa idenya itu ke Presiden Jokowi.

Dalam kunjungannya itu, Habibie didampingi, antara lain, oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro. Dro/E-2

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...