Arsip Sejarah Bali Berserakan di Luar Negeri akan Ditarik

BALI kini sedang memperjuangkan pengembalian seluruh arsip sejarah, seni budaya, permainan tradisional lainnya, yang tersebar di Eropa dan Amerika untuk dikembalikan ke Bali.

Koordinator Arsip 1928 Bali Made Marlo Bandem menjelaskan, sejak 1928, seni budaya, agama, adat Bali, permainan tradisional sebenarnya sudah bersentuhan dengan teknologi. Dan kini, teknologi itu pula yang bisa merawat dan memelihara berbagai arsip Bali sejak 1928.

“Ternyata sudah ada rekaman Gamelan Bali, Gending Bali yang saat ini ada di Jerman, dan direkam di atas piringan hitam. Ada juga film Bali tahun 1928, 1930, perang Puputan Badung, Perang Puputan Klungkung yang sekarang tersimpan di Belanda. Dan beberapa koleksi lainnya ada di beberapa negara seperti Amerika, Meksiko, Swedia. Kami sedang mengupayakan agar semua rekaman itu kembali ke Bali. Tentu saja dengan berbagai kendala dan tantangan yang harus dilewati,” ujarnya di Denpasar, Selasa (2/5).

Beberapa kendala yang dihadapi antara lain kesulitan komunikasi dengan ahli waris pemilik rekaman. Mereka tidak serta merta memberikan rekaman itu. Mereka harus memastikan apakah Bali mampu menyimpannya secara teknologi, terlestari dengan baik, memilik lembaga resmi yang aman untuk menyimpannya, dan lainnya.

Untuk itu Arsip Bali 1928 bekerja sama dengan STIKOM Bali sebagai lembaga yang dipercaya untuk menyimpannya karena memiliki kapasitas dan kredibilitas untuk melakukan restorasi terhadap berbagai arsip yang memiliki nilai sejarah itu.

Selain itu, untuk arsip Bali yang ada di Belanda, kendala utamanya adalah sensivitas sejarah antara Bali dan Belanda. Dimana arsip itu berisikan perang Puputan Badung dan Puputan Klungkung antara Belanda melawan rakyat Bali dengan banyak korban di antara keduanya.

“Kami sedang melakukan pendekatan itu dan berupaya untuk tidak mengungkit-ungkit sensifitas tersebut sehingga arsip-arsip itu bisa kembali ke Tanah Dewata ini,” ujarnya.

Sampai saat ini sudah terkumpul sekitar 111 piringan hitam yang sudah direstorasi melalui proses digitalisasi oleh STIKOM Bali sebanyak 5 volumen dan akan ada penambahan 2 volume yakni volume ke-6 tentang permainan tradisional anak serta volume ke-7 tentang seni kerawitan.

Selain 111 piringan hitam, masih ada 5 film tradisional Bali dan 110 foto yang sudah dikumpulkan. Dari 110 foto itu sudah ada 50 foto yang sudah dicetak ulang lengkap dengan keterangan gambarnya. Semua karya ini dikumpulkan dari Amerika, Meksiko dan Swedia. Sementara untuk arsip yang ada di Belanda sedang diupayakan untuk dikembalikan ke Bali.(OL-3)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...