Apakah Ransomware Petya Sudah Serang Indonesia?

JAKARTA, Beberapa waktu, sistem teknologi informasi (TI) di dunia sempat geger lantaran menjangkitnya ransomware Wannacry. Kini, sistem TI global kembali dibuat waswas lantaran ransomware lainnya bernama Petya juga menyebar.

Dikabarkan, ransomware Petya ini jauh lebih berbahaya dibandingkan Wannacry yang sudah menyerang terlebih dahulu.

Bagaimana sebenarnya cara kerja ransomware ini?

Ahli forensik digital dari Universitas Gunadarma Ruby Alamsyah menyatakan, dilihat dari kronologi dan pola penyebaran awalnya, ransomware Petya pertama kali beredar di Ukraina.

Penyebarannya melalui celah keamanan pada perangkat lunak (software) akunting buatan Ukrainan bernama MeDoc. Kemudian, Petya akan menginfeksi ke jaringan lokal pada jaringan komputer tersebut.

“Korban masih lebih banyak terfokus di Ukraina, Ruaia, Eropa, dan Amerika yang kemungkinan menggunakan sistem serupa,” jelas Ruby kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Lalu, apakah ransomware Petya sudah menyerang Indonesia? Menurut Ruby, belum ada indikasi ransomware ini telah menjangkit di Indonesia.

“Dengan sudah berlangsungnya lebih dari 3 hari sejak penyebaran pertama, sepertinya kemungkinan kecil Indonesia akan kena dampak yang besar terhadap Petya ini,” ungkap Ruby.

Lebih lanjut, Ruby menuturkan, belum dapat dipastikan seratus persen bahwa Petya adalah ransomware.

Pasalnya, ditemukan data dari pola penginfeksian kepada komputer korban bahwa Petya kemungkinan besar tidak melakukan enkripsi Master File Table (MFT) dan Master Boot Record (MBR), namun malah melakukan wipe atau penghapusan data secara permanen dan tidak bisa di-recover atau diperbaiki.

Adapun perbedaan Petya dengan Wannacry adalah korban masih dapat mengakses Windows pada perangkat komputernya. Ini lantaran Wannacry hanya menyerang file-file dokumen di dalam OS Windows.

“Kalau melihat dampak akhir setelah terinfeksi Petya, memang Petya menjadi lebih berbahaya dibanding Wannacry, tetapi bila dilihat dari cara penyebarannya, Petya masih lebih rendah cakupannya dibanding dengan Wannacry,” jelas Ruby.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...