Aceh Baru di Tangan Irwandi-Nova

KURANG dari 1 jam, Presiden Joko Widodo berada di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, kemarin. Namun, kedatangannya untuk memberikan salam dan selamat kepada pasangan gubernur terpilih Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah terasa sangat istimewa.

Hari itu, Presiden dan Ibu Negara berangkat dari Jakarta untuk melawat ke Jerman. Namun, pesawat kepresidenan didaratkan lebih dulu di Banda Aceh pada pukul 10.30 WIB.
Aceh juga istimewa karena lima pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam pilkada 2017 dilantik berbarengan di Istana Negara, Jakarta, Mei lalu.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Aceh yang baru mampu menciptakan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menjaga situasi yang kondusif bagi investasi,” papar Presiden.

Ia meminta Irwandi-Nova bisa menunjukkan bahwa Aceh aman sehingga investor mau berinvestasi. Citra Aceh tidak aman harus betul-betul dihilangkan. Selama 10 menit, Kepala Negara berbincang khusus dengan pasangan itu di ruang tunggu gedung DPR Aceh. Presiden dan Ibu Iriana meninggalkan Aceh pada pukul 11.20 WIB.

Pelantikan Irwandi-Nova dilakukan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Pengambilan sumpah dan seluruh prosesi berlangsung tenang dan aman. “Saya percaya Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah akan mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan mampu menjalankan roda pemerintahan yang telah diamanatkan seluruh masyarakat Aceh. Pasangan ini mengemban amanah untuk membangun dan mempercepat pemerataan pembangunan dan menyejahterakan masyarakat serta kemasla-hatan daerah,” ujar Mendagri.

Program prorakyat

Dalam pidato pertamanya, Irwandi menyampaikan gagasan untuk membangun Aceh yang lebih hebat di masa mendatang. Program yang baik dari pejabat lama akan dilanjutkan dan akan memperbaiki program yang dinilai masih kurang. “Kami ingin memulai tugas kami. Ini sebuah tugas yang berat. Ini amanah yang belum tentu bisa kami pikul,” ujar Irwandi sambil menitikkan air mata.

Irwandi meminta seluruh pihak mendukung penuh dan membantu masa kepemimpinannya. Ia siap dikritik dan diberikan saran bila kepemimpinan melenceng dari tujuan awalnya.
Harapan serupa juga dilontarkan Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin yang memimpin Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh itu. Ia meminta semua masyarakat Aceh harus bersatu dan melupakan semua perbedaan.

“Lupakan perbedaan di masa kampanye. Tidak ada gubernur kelompok ini dan itu, yang ada hanya Gubernur Aceh. Mereka adalah pasangan gubernur milik kita bersama. Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah adalah pemimpin kita semua, pemimpin masyarakat Aceh,” tandasnya.
Dari kalangan akademisi juga berharap Irwandi-Nova mampu menjadikan Aceh lebih baik. “Mereka diharapkan menggulirkan program yang lebih prorakyat,” kata Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rijal.

Ia berpesan gubernur dan wakilnya bisa memerangi pengangguran dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Investor perlu diundang untuk membuka usaha sehingga dapat menye-rap tenaga kerja, membuka pasar, dan membuat denyut ekonomi baru.
“Irwandi harus bisa mengefektifkan juga industri yang sudah mulai hadir di Aceh. Di antaranya operasi perusahaan tambang minyak di timur Aceh juga kawasan ekonomi khusus Arun di Aceh Utara,” tandasnya. (MR/N-2)

Sumber MediaIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...