6.069 Penyuluh Pertanian Diangkat jadi CPNS

UNGA RAN, Sebanyak 6.069 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari 441 Kota/Kabupaten se-Indonesia menyatakan siap mengawal Program Serap Gabah Petani (Sergap).

Para PPL ini baru saja diangkat sebagai CPNS dari sebelumnya berstatus sebagai tenaga harian lepas maupun tenaga bantu PPL.

“Dulu kami yang dikejar-kejar SK (CPNS). Sekarang setelah diberikan SK, kami minta dua hal, tolong bantu petani kita yang masih banyak di bawah garis kemiskinan. Kedua, kawal penyerapan gabah petani ke Bulog,” kata Mentan Amran Sulaiman di Ungaran, Selasa (11/4/2017).

Komitmen para PPL untuk mengawal penyerapan gabah petani ini dituangkan dalam sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh PPL bersangkutan dengan mengetahui Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Fathan A Rasyid.

Ada dua poin yang menjadi komitmen para PPL dalam mengawal program serap gabah petani ini.

Pertama, siap mengawal penyerapan gabah petani sampai masuk ke gudang Bulog masing-masing Sub Divre untuk kepentingan nasional.

Kedua, sanggup mengawal penyerapan gabah petani di wilayah kerja masing-masing minimal 100 ton hingga 200 ton setara beras, selama periode April sampai dengan September 2017.

“Presiden telah melihat hasil kerja PPL diseluruh Indonesia, sehingga beliau mengizinkan untuk diangkat. Alhamdulilah hari ini terima SK. Oleh karena itu kami minta seluruh PPL, bentuk terimakasih kepada negara adalah membantu menyerap gabah, hanya mengambil gabah dari petani kemudian di beli oleh pemerintah,” ungkap Amran.

Salah satu petugas PPL dari Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Candra Gunawan (34) membenarkan adanya surat pernyataan kesanggupan mengawal serap gabah petani ini.

Menurutnya, target yang diminta Kementan untuk setiap PPL mengawal penyerapan gabah petani hingga 200 ton masuk ke Bulog sangat masuk akal.

“Khusus PPL di wilayah kerja di pulau Jawa targetnya 200 ton, untuk wilayah luar jawa antara 100 hingga 150 ton. Insyaallah kami sanggup,” kata Candra.

Target Sergap

Kementerian Pertanian saat ini menargetkan dari program Sergap sampai bulan juli ini akan mempunyai cadangan beras 3 juta hingga 4 juta ton. Jika target itu bisa terpenuhi, maka stok beras hingga 2019 akan aman.

“Yang penting stok diakhir tahun minimal 2.5 sampai 3 juta ton itu mimpi kita. Tahun lalu sampai 2 juta ton, sekarang aman. Kalau kita capai 2.5 sampai 3 juta ton. jauh lebih aman lagi,” terangnya.

Amran bersyukur Indonesia bisa surplus beras kendati sempat dilanda El Nino dibeberapa wilayah. Pihaknya sudah mempertimbangkan faktor cuaca ini sehingga bisa mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan pertanian di Indonesia.

“Harusnya kalau kita tidak bergerak cepat, kita impor 16 juta ton. Tapi kita bergerak cepat, tahun pertama impor stok cadangan 1 juta ton, kedua tidak setelah La Nina,” pungkasnya.

Sumber KOMPAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...