Sekedar kajian berkaitan dengan Industri Angkutan Udara di Indonesia

Oleh Marsma TNI (Purn) Juwono Kolbioen, ketua DPP partai Republik

 

Sekedar kajian berkaitan dengan Industri Angkutan Udara di Indonesia

_ASEAN Open Sky Policy_yang resmi berlaku pada 2015 ini seiring dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN.   ASEAN Open Sky merupakan kebijakan liberalisasi angkutan udara yang ditandatangani 10 kepala negara ASEAN pada Bali Concord II yang dideklarasikan pada KTT ASEAN tahun 2003.  Pokok tujuan ASEAN Open Sky adalah untuk membuka wilayah udara antar sesama anggota negara ASEAN.
Setelah diberlakukan, ASEAN Open Sky akan membebaskan maskapai, pengelola bandar udara, pengatur penerbangan di darat (ground handling), hingga pengatur lalu lintas penerbangan untuk bebas berusaha dan berekspansi.

Tanggapan dari kacamata  Pertahanan Negara  :
Istilah ASEAN Open Sky itu sebenarnya tidak ada, yg ada adalah Indonesia Open Sky krn jika dibandingkan dg negara ASEAN yg lain, wilayah udara kedaulatan Indonesia adalah 52% dibandingkan dengan wilayah udara total ASEAN,  dan sangat strategis utk diekploitasi.
1.    Dapat dikatakan pula bahwa yg menjadi tujuan dibuatnya ASEAN Open Sky adalah utk “membebaskan wilayah udara Indonesia”  bukan wilayah ASEAN
2.    Dengan tdk adanya lagi batas wilayah laut dan wilayah udara sbg dampak  penguasaan ATC, akn memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada Singapura untuk melakukan  kegiatan intelijen, pemotretan udara dan melatih para penerbangnya melaksanakan latihan/training di wilayah udara Indonesia.
3.    Kondisi ini  jika terus berlanjut  maka apabila terjadi konflik terbuka maka  Indonesia dalam posisi yang benar-benar terbuka,  karena Singapura akan  dapat mendayagunakan karakteristik keunggulan kekuatan udara berupa kecepatan dan pendadakan secara optimal.
4.    Singapura berkepentingan thdp perjanjian pertahanan : Defence Cooperation Agreement (DCA) dg Indonesia,    krn Singapura membutuhkan lahan utk tempat latihan bg pasukannya,  bukan dlm konteks kerja sama pertahanan  pada umumnya.  Agar diingat bahwa perjanjian yang ditandatangani ahun 2007 ini menyalahi Konstitusi karena sampai dengan saat ini DPR RI belum menyetujuinya.
5.    Dari segi pertahanan, alutsista Singapura jauh lebih unggul dibandingkan dg Indonesia.
6.    Singapura memiliki aliansi pertahanan yg dikenal dg “Five Power Defense Agreement” (FPDA), yaitu sistem aliansi pertahanan antar 5 negara (Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia).   Salah satu klausul dlm  FPDA  : bahwa serangan thdp salah satu negara anggota merupakan serangan pula thdp negara anggota lainnya.

Perlu juga diingat bahwa di lain sisi ,  penerbangan Sipil Indonesia menyandang image buruk di dunia  Internasional. Dan daya saing Maskapai Penerbangan Nasional juga cukup rendah.
Sepertinya kesemuanya ini sudah merupakan warning bahwa pemerintah harus segera mengambil. Langkah langkah yg tepat agar kita tidak semakin terpuruk.
Wass JK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Sabar, mudah diucapkan, namun membutuhkan keyakinan yg mendalam utk secara konsisten dilakukan.

Oleh Marsma TNI (Purn) H. Juwono Kolbioen, Ketua DPP Partai REPUBLIK Sabar, mudah diucapkan,  namun ...