10 CEO Wanita Indonesia Berbagi Kisah tentang Dunia Kepemimpinan

Jakarta – Dunia kepemimpinan Indonesia masih didominasi para pria meskipun sebenarnya potensi seorang wanita bisa disamakan atau bahkan melebihi mereka. Setidaknya itu yang ada di mata para CEO wanita yang ditemui Wolipop dalam perilisan buku ‘Perempuan Pemimpin’ di restoran Meradelima, Jl. Aditiawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).

Buku yang menceritakan pengalaman kepemimpinan 10 CEO wanita ini ditulis oleh Betti Alisjahbana dengan tujuan agar bisa memberikan inspirasi bagi para wanita di Indonesia. Kesepuluh CEO wanita tersebut adalah Atiek Nur Wahyuni dari Trans Media Group, Intan Abdams Katoppo sebagai direktur utama PT Hotel Indonesia Natour (2011-2015), Founder dan CEO QM Financial Ligwina Poerwo-Hananto, Founder Miles Films Mira Lesmana, Nurhayati Subakat sebagai founder dan CEO PT Paragon Technology Innovation, CEO PT Bubu Kreasi Perdana Shinta Dhanuwardoyo, Suzy Hutomo sebagai founder dan CEO The Body Shop Indonesia, Yani Panigoro sebagai direktur Medco Holding dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

“Saya melihat bahwa potensi perempuan belum dimanfaatkan lebih dalam,” ulas Betti, yang juga adalah founder QB Leadership Center dan CEO IBM Indonesia periode 2000-2008.

Menurutnya, apabila seseorang bisa memanfaatkan secara penuh potensi yang dimiliki oleh seorang wanita, Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju.

Beberapa CEO yang berbagi pengalaman secara langsung salah satunya adalah Atiek Nur Wahyuni, CEO Trans Media Group, yang memulai kariernya di stasiun TV swasta tertua di Indonesia selama 10 tahun. Dari kacamata Atiek, banyak kendala yang membuat seorang wanita tidak bisa memaksimalkan kemampuannya dalam dunia karier. Salah satunya adalah waktu yang terbagi antara keluarga dan karier.

Namun seiring perkembangan zaman kini posisi-posisi pemimpin di Indonesia yang ditempati kaum wanita makin bertambah. Dijelaskan Betti, yang juga menjadi Ketua Majelis Wali Amanat ITB sejak 2014, saat ini jumlah wanita yang menjadi pemimpin sudah lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tak hanya di bidang sosial, ada pula wanita menjadi pemimpin di bidang politik, kecantikan, media, maupun teknologi. Itulah mengapa Betti memilih 10 CEO wanita dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman mengenai dunia kepemimpinan.

Di dalam buku yang diproses selama dua tahun itu, Betti tidak hanya berbagi pengalaman 10 CEO wanita saja, tetapi juga menghadirkan solusi bagaimana mereka menyikapi semua tantangan dan menyelesaikan berbagai kendala ketika seorang wanita ditugaskan menjadi seorang pemimpin di lingkungannya.

“Memanfaatkan potensi perempuan adalah langkah strategis yang bisa dilakukan,” sarannya saat bercerita mengenai langkah yang bisa ditempuh sebuah perusahaan agar semakin berkembang.

Hal ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa buku ini bisa bermanfaat pula untuk para pria supaya bisa membuat lingkungan perusahaan menjadi tempat yang ramah perempuan. (hst/hst)

Sumber detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Wasekjen Partai Republik Warsono.

Partai Republik Lolos Verifikasi Administratif KPU

Partai Republik dinyatakan lolos verifikasi administratif partai politik peserta Pemilu tahun 2019 mendatang. Hal tersebut ...